Senin, 27 Juli 2026

Pelatih Timnas Italia Gagal Dijabat Andrea Pirlo Akibat Skandal Judi Rusia

Pelatih Timnas Italia

ROMA, NETIZ – Penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas kini terancam batal setelah munculnya polemik kerja sama dengan judi asal Rusia, Fonbet. Meskipun Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC sempat mencapai kesepakatan kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030, tekanan politik yang masif kini menggoyang posisi legenda tersebut.

Polemik ini bermula ketika Pirlo diketahui menjadi duta global bagi Fonbet dan menghadiri sebuah acara di Moskow pada 26/07/. Kehadiran mantan gelandang Juventus itu memicu kemarahan publik karena Italia secara ketat melarang segala bentuk promosi perjudian. Pelanggaran terhadap regulasi ini dapat berujung pada denda sebesar 20 persen dari nilai kesepakatan sponsor.

“Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelatih tim Italia,” kata Andrea Pirlo, Mantan Gelandang Timnas Italia.

Pirlo menegaskan bahwa dirinya sempat memilih diam untuk menghormati institusi federasi sebelum akhirnya memberikan penjelasan terbuka. Menurutnya, kerja sama profesional yang menjadi subjek kontroversi terjadi saat dirinya bekerja di Uni Emirat Arab. Ia menyebut hubungan dengan perusahaan judi tersebut murni bersifat komersial dan olahraga tanpa motif politik lain.

“Kerja sama profesional yang menjadi subjek kontroversi belakangan ini terjadi sebagai bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan bersifat murni komersial serta olahraga,” kata Andrea Pirlo, Calon Pelatih Timnas Italia.

Namun, penjelasan tersebut tidak meredakan kritik dari kalangan parlemen yang menganggap posisi pelatih Timnas Italia harus bersih dari skandal etika. Tekanan politik yang kuat memaksa federasi menunda pengumuman resmi meski kontrak senilai 3 juta Euro per tahun sudah disiapkan. Situasi ini menempatkan otoritas sepak bola Italia dalam dilema besar untuk mencari pelatih Timnas Italia yang baru.

“Sepak bola Italia membutuhkan revolusi , etika, dan manajerial. Pilihan Pirlo justru bergerak ke arah yang berlawanan,” kata Pina Picierno, Wakil Presiden Parlemen Eropa.

Kini, masa depan posisi pelatih Timnas Italia bergantung pada keputusan final Paolo Maldini selaku Direktur Teknik yang sebelumnya sangat mendukung Pirlo. Jika penunjukan ini resmi dibatalkan, FIGC harus segera mencari alternatif lain guna memimpin tim menuju turnamen internasional mendatang. Integritas dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan siapa yang layak menduduki kursi kepelatihan tersebut. (KB/*)