Minggu, 7 Juni 2026

Resmikan Packing House Durian di Parigi Moutong, Anwar Hafid Bidik Pasar Ekspor China

anwar hafid
Gubernur Sulteng Anwar Hafid meresmikan Rumah Produksi PT Pondok Durian Sulawesi di Parigi Moutong, Jumat (27/03/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PARIGIMOUTONG,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan Packing House PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (27/03/26). Peresmian fasilitas pengolahan durian tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas durian Sulawesi Tengah di pasar nasional hingga ekspor.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan agenda “Berani Makan Durian 1 Ton” itu berlangsung meriah dan dihadiri ratusan masyarakat, petani, pelaku usaha, serta unsur Forkopimda dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa investasi di sektor pertanian dan perkebunan memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, keberadaan packing house menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani. Melalui fasilitas tersebut, buah durian akan melalui proses penyortiran, pengemasan, dan standardisasi sehingga memiliki kualitas yang lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Anwar Hafid menjelaskan, selama ini petani sering menghadapi persoalan fluktuasi harga karena hasil panen dijual secara individu tanpa sistem pengelolaan yang terintegrasi.

“Kalau petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan adanya packing house, kualitas lebih terjaga dan pasar menjadi lebih jelas,” katanya.

Gubernur juga menyoroti besarnya peluang ekspor durian ke China yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah pemasok durian unggulan jika mampu menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.

Ia mengingatkan para petani dan pelaku usaha agar tidak hanya berorientasi pada jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas buah sejak tahap pembibitan hingga pengemasan.

“Jangan hanya mengejar kuantitas. Kualitas harus dijaga mulai dari bibit, perawatan, panen sampai pengemasan,” tegasnya.

Meski peluang pasar terbuka lebar, Anwar Hafid mengakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait ketersediaan pasokan durian untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan dan pasar ekspor.

Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan pemetaan produksi dan kebutuhan pasar guna memastikan keberlanjutan pasokan di masa mendatang.

“Kita sudah memiliki fasilitas yang memadai, tetapi produksi juga harus ditingkatkan. Jangan sampai industri siap, sementara bahan bakunya justru tidak mencukupi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Anwar Hafid kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung investasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus menjadi mitra bagi petani dan pelaku usaha dengan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Kalau rakyat tenang, bekerja, dan memiliki penghasilan, maka daerah akan aman dan berkembang,” katanya.

Dengan beroperasinya Packing House PT Pondok Durian Sulawesi di Parigi Moutong, pemerintah berharap komoditas durian Sulawesi Tengah mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan perekonomian daerah. (KB/*)