Minggu, 2 Agustus 2026

FORNAS 2027 Sulawesi Tengah Batal, Gubernur Anwar Hafid Protes Keputusan KORMI

FORNAS 2027 Sulawesi Tengah
*keterangan foto: Sulteng saat resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Fornas 2027 usai penutupan Fornas 2025 di Lombok
FORNAS 2027 Sulawesi Tengah
*keterangan foto: Sulteng saat resmi ditunjuk sebagai tuan rumah usai penutupan Fornas 2025 di Lombok

PALU, NETIZ – Pemerintah menyatakan kekecewaan mendalam atas keputusan KORMI Pusat yang membatalkan status daerah tersebut sebagai tuan rumah FORNAS 2027 Sulawesi Tengah. Gubernur Hafid menilai langkah ini sangat merugikan karena berbagai persiapan matang telah dilakukan sejak daerah ini resmi ditunjuk pada penutupan FORNAS VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat.

Pembatalan mendadak ini dianggap mencederai komitmen yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh pihak terkait. Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido sebelumnya telah menyusun konsep penyelenggaraan hingga maskot resmi. Rencana penataan kawasan Hutan Kota sebagai pusat kegiatan bahkan sudah mulai berjalan sebagai bentuk keseriusan daerah.

Anwar Hafid mengungkapkan bahwa dasar pembatalan yang digunakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia berasal dari surat internal KORMI Sulawesi Tengah. Namun, surat tersebut dikirimkan tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu dengan dirinya selaku kepala daerah. Hal inilah yang memicu kritik keras karena dianggap melangkahi mekanisme komunikasi yang seharusnya dilakukan secara resmi untuk FORNAS 2027 Sulawesi Tengah.

“Surat yang dijadikan dasar oleh KORMI Pusat berasal dari KORMI Sulawesi Tengah, tetapi tidak pernah dikoordinasikan maupun disampaikan kepada saya sebagai kepala daerah. Karena itu, kami menilai keputusan pembatalan ini diambil secara sepihak dan tidak melalui mekanisme komunikasi yang semestinya,” tegas Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

Pemprov Sulteng juga mempertanyakan indikator yang digunakan untuk menilai ketidaksiapan daerah dalam menyelenggarakan event nasional tersebut. Padahal, anggaran dan fasilitas pendukung telah masuk dalam perencanaan pembangunan strategis daerah untuk menyukseskan FORNAS 2027 Sulawesi Tengah. Ketiadaan evaluasi bersama sebelum keputusan diambil dinilai sebagai langkah yang tidak profesional.

“Kalau persoalannya kesiapan, itu menjadi tanggung jawab saya sebagai gubernur. Sejak awal kami mengajukan diri sebagai tuan rumah, kami sudah menyatakan siap dan seluruh proses persiapan berjalan. Jadi, dasar apa yang digunakan hingga Sulawesi Tengah dinilai tidak siap? Seharusnya hal itu dikomunikasikan dan dievaluasi bersama, bukan diputuskan secara sepihak,” ujar Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu penjelasan lebih rinci terkait alasan pembatalan status tuan rumah tersebut. Keputusan strategis ini berdampak luas pada kepercayaan dan persiapan sumber daya yang telah dikerahkan sejak jauh hari. Pemprov berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak daerah demi menjaga nama baik FORNAS 2027 Sulawesi Tengah di kancah nasional. (KB/*)