Senin, 18 Mei 2026

Ketua Fraksi PKS Sulteng, Wiwik Sebut Gerakan Pangan Murah Jadi Solusi di Tengah Kenaikan Harga

Wiwik
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi'ah, meninjau produk Unit Usaha Keluarga (UUK) pada kegiatan Gerakan Pangan Murah PKS Sulteng. FOTO: netiz.id (Akib)

PALU,netiz.idKetua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyebut Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pangan yang terjadi belakangan ini.

Hal tersebut disampaikan Wiwik sapaan akrabnya saat menghadiri puncak perayaan Milad ke 24 PKS di DPW Sulawesi Tengah yang digelar serentak bersama kegiatan serupa di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, ini merupakan agenda puncak Milad PKS di DPW Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Wiwik yang juga Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulteng pada Sabtu (16/05/26).

Ia menjelaskan, rangkaian Milad PKS berlangsung selama satu bulan sejak 20 April dan mencapai puncaknya pada kegiatan yang digelar di DPW PKS Sulawesi Tengah.

Pada momentum tersebut, PKS menghadirkan berbagai pelayanan kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah. Program itu menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras murah, telur murah, sayur murah hingga ikan murah.

Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng itu, kegiatan tersebut bukan sekadar menyediakan kebutuhan pangan murah, tetapi juga menjadi upaya nyata membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang saat ini terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Saat harga pangan sedang meningkat, karena itulah kita memberikan subsidi. Harapannya program seperti ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain menyediakan kebutuhan pangan murah, kegiatan itu juga melibatkan Unit Usaha Keluarga (UUK) yang dikelola kader PKS melalui berbagai bidang pemberdayaan ekonomi.

Wiwik mengatakan, UUK turut menghadirkan berbagai produk masyarakat, termasuk hasil olahan dan sayuran yang dikemas secara higienis.

Menurutnya, budaya hidup bersih dan higienis tidak hanya harus menjadi kebiasaan masyarakat menengah ke atas, namun juga perlu diterapkan di lingkungan pasar tradisional.

“Harapan kami ke depan, pasar bisa menjadi tempat yang sehat dan higienis. Produk dikemas dengan baik tetapi tetap dijual dengan harga pasar, bukan harga supermarket,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah dapat memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang selama ini telah dijalankan melalui Dinas Pangan agar semakin menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Masyarakat menengah ke bawah sangat membutuhkan program seperti ini saat ini,” tutupnya. (KB)