Senin, 10 Agustus 2026

Cara Membersihkan Mesin Cuci yang Jarang Diketahui Pengguna

cara membersihkan mesin cuci
Mesin Cuci sedang dibersihkan. FOTO: AI

Mengapa Mesin Cuci Butuh Pembersihan Rutin?

Mayoritas pengguna mesin cuci tidak menyadari bahwa perangkat yang mereka andalkan setiap hari menjadi sarang bakteri dan jamur. Menurut penelitian dari Institute of Inspection, Cleaning and Restoration Certification (IICRC), mesin cuci yang tidak dibersihkan secara berkala dapat menghasilkan bakteri hingga 4.7 juta koloni per sentimeter persegi, jumlah yang melampaui standar kebersihan industri. Hal ini tidak hanya berdampak pada kualitas pakaian yang dihasilkan, tetapi juga mengurangi umur mesin secara signifikan.

Portal digital NETIZ telah merangkum panduan komprehensif untuk memastikan mesin cuci tetap dalam kondisi prima. Pembersihan rutin bukan sekadar tentang estetika, tetapi jangka panjang untuk efisiensi energi dan durabilitas perangkat yang vital ini.

Persiapan Awal Sebelum Membersihkan

Sebelum memulai proses pembersihan, pastikan mesin cuci dalam kondisi kosong dan tidak dalam siklus pencucian. Matikan mesin dari stop kontak untuk alasan keselamatan. Sediakan bahan-bahan pembersih berikut:

  • Cuka putih atau cuka sintetis (volume sekitar 2 cangkir)
  • Baking soda (setengah hingga satu cangkir)
  • Sikat lembut atau sikat gigi bekas
  • Kain lap bersih
  • Wadah untuk mencampur larutan
  • Sarung tangan karet (opsional)

Untuk mesin cuci tipe front-loader, siapkan pula obat penghilang bau khusus mesin cuci sebagai alternatif cuka putih jika tersedia di pasaran lokal.

Tahap Pertama: Membersihkan Bagian Drum dan Tabung

Langkah awal melibatkan pembersihan area internal yang paling banyak kontak dengan pakaian. Tuangkan cangkir cuka putih ke dalam dispenser deterjen, kemudian jalankan mesin pada siklus air panas tanpa beban. Cuka akan menyebar ke seluruh tabung dan memecah deposit mineral serta membunuh bakteri patogen.

Setelah siklus selesai, taburkan setengah cangkir baking soda langsung ke dalam drum mesin cuci. Jalankan kembali siklus air panas sekali lagi selama 5-10 menit. Kombinasi cuka dan baking soda menciptakan reaksi kimia yang menghilangkan noda keras dan bau tidak sedap yang tertanam di serat drum.

Tahap Kedua: Membersihkan Segel dan Gasket

Area yang paling sering terabaikan adalah segel karet (gasket) di sekitar pintu mesin cuci, khususnya pada tipe front-loader. Lipatan pada segel ini menjadi tempat ideal bagi jamur dan lendir untuk berkembang biak.

  • Buka pintu mesin cuci sepenuhnya
  • Gunakan sikat lembut atau sikat gigi bekas untuk menyikat segel secara perlahan
  • Basahi sikat dengan larutan cuka putih (perbandingan 1:1 dengan air)
  • Fokus pada lipatan dan celah di setiap sudut segel
  • Lap dengan kain bersih hingga kering
  • Diamkan selama 15-30 menit agar antijamur bekerja optimal

Tahap Ketiga: Membersihkan Dispenser dan Filter

Kompartemen deterjen seringkali menumpuk residu sabun yang mengeras. Lepaskan dispenser dari mesin (sebagian besar mesin memiliki mekanisme lepas-pasang yang mudah), kemudian rendam dalam air hangat yang dicampur satu sendok makan baking soda selama 20 menit. Sikat hingga bersih menggunakan sikat lembut dan bilas dengan air mengalir.

Filter inlet air (jika ada) juga perlu perhatian khusus. Filter ini menangkap sedimen dan mineral dari air ledeng. Tutup supply air, lepaskan selang inlet, dan keluarkan filter kecil yang tersembunyi di dalamnya. Cuci filter di bawah air hangat sambil sikat dengan sikat lembut untuk menghilangkan penumpukan mineral.

Frekuensi dan Jadwal Pembersihan Optimal

Mesin cuci yang digunakan 3-5 kali per minggu sebaiknya dibersihkan sebulan sekali menggunakan metode cuka dan baking soda. Untuk mesin yang digunakan lebih intensif (sehari-hari), lakukan pembersihan setiap dua minggu sekali. Pengguna di daerah dengan air keras (tinggi mineral) disarankan menambah frekuensi pembersihan menjadi dua minggu sekali tanpa membeda-bedakan intensitas penggunaan.

Tips Pemeliharaan Jangka Panjang

selalu lebih mudah daripada penanganan. Biarkan pintu mesin cuci terbuka setelah setiap pencucian untuk memastikan kelembaban dalam tabung menguap sepenuhnya. Hindari penggunaan deterjen berlebih, karena sisa sabun yang tertinggal justru menjadi pemicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Gunakan setting water level yang tepat sesuai jumlah pakaian untuk menghindari stagnasi air.

Untuk hasil optimal, pertimbangkan menggunakan filter air tambahan pada inlet mesin cuci jika wilayah tempat tinggal memiliki kualitas air yang buruk. Investasi kecil ini dapat memperpanjang umur mesin hingga 30 persen dan mengurangi kebutuhan pembersihan intensif di masa depan.