GLOBAL, NETIZ – Dunia memperingati Hari Kucing Sedunia setiap 8 Agustus, termasuk tahun 2026 ini, dengan fokus pada kampanye adopsi, sterilisasi, dan perlindungan kucing dari kekerasan. Pengelolaan resmi peringatan ini sejak 2020 dipegang oleh organisasi nirlaba asal Inggris, International Cat Care (iCatCare).
Hari Kucing Sedunia pertama kali dicetuskan oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) pada 2002. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan kucing, baik peliharaan maupun liar, serta mengurangi angka penelantaran.
Di Indonesia, peringatan ini dirayakan dengan berbagai kegiatan seperti kampanye adopsi kucing jalanan dan edukasi tentang nutrisi serta vaksinasi. Jenis kucing asli Indonesia seperti Kucing Busok dan Kucing Congkok turut menjadi sorotan.
“Sebenarnya Hari Kucing bisa kita rayakan setiap hari jika ada kepedulian. Namun, peringatan khusus ini tetap penting agar pihak-pihak yang membenci kucing sadar bahwa hewan memiliki hak hidup di muka bumi yang sudah diakui secara global,” kata Upik, Pegiat komunitas Meongers, Jakarta.
Program sterilisasi kucing liar dengan metode Trap-Neuter-Return (TNR) menjadi salah satu solusi efektif untuk mengendalikan populasi. Data menunjukkan jutaan kucing liar hidup di kawasan urban seluruh dunia dengan tingkat penelantaran tinggi.
“Hari Kucing Sedunia hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kucing serta belajar cara menolong dan menyelamatkan sesama makhluk hidup khususnya para anabul,” ujar Muhammad Syahrul Ramadhan, Jurnalis Medcom.id.
Tema utama peringatan tahun 2026 adalah edukasi pemilik kucing tentang nutrisi seimbang dan pemahaman perilaku alami kucing untuk mencegah stres. Berbagai komunitas lokal juga gencar menggalang aksi adopsi dan penyediaan shelter bagi kucing jalanan. (KB/*)





