Selasa, 11 Agustus 2026

PT GNI Disebut Hadapi Persoalan Keuangan, DPRD Sulteng Buka Peluang Investor Lokal

kondisi keuangan PT GNI
Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi Golkar, Musliman. FOTO: netiz.id

, NETIZ – Kondisi keuangan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) menjadi perhatian Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari , Musliman. Di tengah kabar PHK sekitar 1.900 karyawan, Musliman menyatakan masih ada peluang bagi perusahaan untuk melakukan pemulihan melalui pendanaan dan keterlibatan investor lokal.

Musliman mengatakan, berdasarkan pembicaraan dengan pihak perusahaan, PT GNI masih memperoleh dukungan pendanaan dari pihak China untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Ia menyebut nilai dukungan dana tersebut berada di kisaran Rp4 triliun.

‘Memang dari sisi perusahaan, kondisi PT GNI sedang menghadapi persoalan keuangan,’ kata Musliman. Meski demikian, ia melihat PT GNI masih memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk melalui keterlibatan investor lokal.

Menurutnya, kebutuhan pendanaan dalam jumlah besar masih memungkinkan untuk dicarikan solusi melalui keterlibatan investor. ‘Kalau nilai yang dibutuhkan sekitar Rp10 triliun, menurut saya masih memungkinkan untuk ditutup,’ ujarnya.

Musliman juga mempertanyakan kapasitas operasional perusahaan, terutama jumlah tungku yang masih beroperasi secara maksimal. Ia menyebut masih terdapat tungku yang belum beroperasi optimal sehingga perlu ada langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perusahaan.

Terkait kemungkinan PT GNI berhenti beroperasi atau bangkrut, Musliman mengatakan hal tersebut tetap mungkin terjadi apabila persoalan keuangan tidak dapat diselesaikan. Namun, ia menilai peluang pemulihan masih terbuka selama dukungan pendanaan dari pihak China tetap berjalan.

‘Ya, tergantung pihak China karena saat ini mereka yang masih menyuplai dana. Kita lihat saja perkembangan berikutnya seperti apa,’ kata Musliman.

Di sisi lain, Musliman mendorong agar sumber permodalan perusahaan ke depan juga dapat melibatkan investor . ‘Kalau membutuhkan modal, sebisa mungkin sumber modal tersebut melibatkan orang Indonesia,’ ujarnya.

Dengan masih terbukanya peluang pendanaan dan investasi, masa depan operasional PT GNI kini bergantung pada kemampuan perusahaan menyelesaikan persoalan keuangan sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan industri . (KB/*)