Minggu, 21 Juni 2026

Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Respons Cepat Pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan sambutan saat Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di Lapangan Pogombo, Senin (27/04/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, dan unsur penanggulangan bencana untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/06/26).

Instruksi tersebut dikeluarkan guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan dampak gempa yang dirasakan kuat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.27 Wita. Episentrum berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan yang cukup kuat membuat warga di sejumlah daerah berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri. Hingga kini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan gempa tersebut.

Gubernur Anwar Hafid mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), serta daerah terdampak lainnya agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG maupun pemerintah. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam situasi seperti ini,” ujar Anwar.

Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mengerahkan tenaga medis ke sejumlah lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengalami cedera maupun membutuhkan pertolongan medis.

Selain itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan bertambahnya korban serta meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan. Rumah sakit juga diminta menyiapkan tenda pelayanan darurat di area terbuka sebagai langkah mitigasi apabila terjadi gempa susulan.

“Seluruh jajaran pemerintah harus bergerak cepat membantu masyarakat terdampak dan memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” tegasnya.

Di sektor kebencanaan, OPD terkait bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah diperintahkan menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung sementara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga perlindungan kelompok rentan, menjadi prioritas selama masa penanganan darurat.

Selain penanganan korban, Anwar Hafid memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi terdampak akibat gempa. Tim teknis dari instansi terkait akan melakukan asesmen guna memastikan keamanan bangunan sebelum kembali digunakan masyarakat.

Saat ini BPBD Sulawesi Tengah masih melakukan pendataan dan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan berbagai unsur terkait lainnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi resmi secara berkala kepada masyarakat. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas setempat. (KB/*)