Selasa, 28 Juli 2026

Inuyu, makanan khas warga Pamona Poso, nikmat disajikan saat Hari Raya

Pembakaran Inuyu atau Nasi Bambu
Suasana proses pembakaran inuyu atau nasi bambu oleh Edison Mayai di kebun desa Mayoa Pamona Selatan Kabupaten Poso pada Jum'at (12/04/24). photo: netiz.id

POSO,netiz.id – Inuyu begitu masyarakat Pamona Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), menyebutnya, atau lebih dikenal dengan . Kuliner khas turun temurun di dataran Poso ini sangat cocok disajikan saat Hari Raya seperti , Idul Adha, Natal, serta Tahun Baru. Bahkan, puncaknya terjadi dalam acara syukuran panen raya, yang biasa disebut Padungku.

Edison Mayai warga desa Mayoa Kecamatan ini menjelaskan bahwa Inuyu atau Nasi Bambu ini dibuat dari pulut, santan kelapa, daun pisang, dan batang bambu. Proses pembuatannya pun sangat sederhana, dimulai dengan membersihkan bambu, kemudian memasukkan daun pisang ke dalamnya.

“Setelah itu, beras yang telah dicampur dengan santan kelapa dimasukkan ke dalam bambu yang telah disiapkan,” ujarnya pada Jum’at (12/04/24)

Kemudian, lanjut dia, bambu tersebut dipanggang di atas api yang sudah disiapkan. Tunggu sampai warna bambunya berubah menjadi hitam, menandakan nasi bambu telah matang.

“Setelah matang, bambu dibelah dan isinya dikeluarkan. Nasi bambu kemudian disajikan di atas piring dan siap dinikmati bersama dengan kopi atau teh hangat,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa inuyu atau nasi bambu ini sangat cocok disajikan saat Hari Raya. Demikianlah, kata Son, sapaan akrabnya. (KB)