Minggu, 2 Agustus 2026

Franco Baresi Meninggal Dunia, Legenda AC Milan Tutup Usia 66 Tahun

Franco Baresi meninggal dunia
FOTO: Dok Pribadi
Franco Baresi meninggal dunia
FOTO: Dok Pribadi

MILAN, NETIZ – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola setelah legenda legendaris Franco Baresi dunia pada usia 66 tahun di Milan, Italia, Jumat (31/07). Mantan kapten AC Milan dan tim Italia tersebut mengembuskan napas terakhirnya pukul 02.49 waktu setempat akibat komplikasi penyakit paru-paru setelah menjalani operasi pada 2025 lalu. Kehadirannya di lapangan hijau selama dua dekade telah menjadikannya simbol pertahanan terbaik sepanjang masa.

Pihak klub mengonfirmasi berita tersebut melalui saluran mereka dan menyatakan kesedihan mendalam atas kepergian sang ikon. Franco Baresi meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya terus menurun dalam beberapa bulan terakhir pasca perawatan intensif di rumah sakit. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi publik San Siro yang menganggapnya sebagai simbol loyalitas sejati tanpa tanding.

“Seluruh sejarah AC Milan menangis atas kepergian Franco Baresi. Teladan dan integritasnya akan selamanya terukir dalam DNA klub, sebagaimana nomor ikonik miliknya,” bunyi pernyataan resmi AC Milan.

Baresi menghabiskan seluruh karier profesionalnya selama 20 tahun hanya untuk satu klub saja sejak debut pada 1977. Sebelum Franco Baresi meninggal dunia, ia telah mencatatkan 719 pertandingan resmi bersama Rossoneri dan menyumbangkan enam gelar Serie A serta tiga trofi . Kontribusinya yang luar biasa membuat nomor punggung 6 miliknya dipensiunkan oleh pihak manajemen klub pada tahun 1997 sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

“Baresi adalah jantung pertahanan kami. Tanpa dirinya, era keemasan Milan tidak akan pernah ada,” kata Arrigo Sacchi, mantan pelatih AC Milan.

Prestasi pemain kelahiran 8 Mei 1960 ini tidak hanya mentereng di level klub melainkan juga bersama tim nasional Italia. Franco Baresi merupakan bagian dari skuat Gli Azzurri yang menjuarai Piala Dunia 1982 dan menjadi kapten saat mencapai final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Meskipun Franco Baresi meninggal dunia, warisan kepemimpinannya di atas lapangan hijau akan tetap menjadi standar bagi bek tengah di seluruh dunia.

“Ia adalah kapten sejati. Bahkan setelah operasi lutut, ia bermain 120 menit di final Piala Dunia. Itu bukti dedikasi luar biasa,” kata Roberto Baggio, rekan setim di Italia 1994.

Jenazah rencananya akan mendapatkan penghormatan terakhir dari ribuan pendukung di Stadion San Siro sebelum prosesi pemakaman dilakukan. Dunia olahraga kini memberikan penghormatan setinggi-tingginya bagi pria yang pernah dinobatkan sebagai Pemain Abad Ini versi Milan tersebut. Kepergian Baresi menandai berakhirnya sebuah era keemasan dalam sejarah sepak bola Italia yang penuh prestasi dan sportivitas. (KB/*)