netiz.id — Stunting telah menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia dalam masalah kesehatan. Dalam upaya menangani permasalahan ini, Pemerintah telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas nasional.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan stuntin…?
Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan anak terhambat secara kronis akibat kekurangan gizi dan nutrisi yang mencukupi.
Hal ini umumnya terjadi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak, mulai dari kehamilan hingga usia 2 tahun.
Stunting dapat memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak, termasuk menurunkan daya tahan tubuh, gangguan kognitif, serta masalah pertumbuhan dan perkembangan fisik yang berlangsung hingga masa dewasa.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting adalah bentuk malnutrisi yang ditandai dengan tinggi badan yang di bawah rata-rata dan tidak sesuai dengan usia.
WHO juga menyebutkan bahwa stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang sering kali terkait dengan kemiskinan, kesehatan yang buruk, dan gizi ibu yang tidak memadai.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan atau growth faltering yang terjadi akibat kekurangan nutrisi sejak kehamilan hingga usia 24 bulan. Jika tidak ditangani dengan baik, stunting dapat berdampak buruk pada kemampuan mental dan belajar anak. Menurut Kemenkes, anak yang mengalami stunting memiliki skor Intelligence Quotient (IQ) rata-rata yang lebih rendah sebanyak sebelas poin dibandingkan dengan anak yang normal.
Stunting dapat diukur dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, usia, dan jenis kelamin balita. Sayangnya, kebiasaan masyarakat yang tidak rutin mengukur tinggi atau panjang badan balita menyebabkan kejadian stunting seringkali tidak terdeteksi.
Selian itu, Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 melalui program ini. Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengenali dan memahami gejala-gejala stunting pada anak.
Berikut ini adalah gejala-gejala stunting pada anak yang dapat diamati pada seribu hari awal kehidupan anak, seperti yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan:
- Anak memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya.
- Proporsi tubuh anak terlihat normal, tetapi anak tampak lebih kecil atau muda dibandingkan dengan usianya.
- Berat badan anak rendah sesuai dengan usianya.
- Pertumbuhan tulang anak tertunda.
Untuk mencegah stunting pada anak, terdapat sejumlah langkah yang dapat diambil, antara lain:
- Mengonsumsi satu tablet tambah darah sekali seminggu bagi remaja putri dan satu tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan dengan minimal 90 tablet bagi ibu hamil.
- Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal enam kali dan dua kali dengan menggunakan USG oleh dokter.
- Memberikan asupan protein hewani yang cukup bagi bayi yang berusia di atas enam bulan.
- Mengunjungi pos pelayanan terpadu (posyandu) setiap bulan




