Sabtu, 1 Agustus 2026

Koper Pilot Malaysia Berisi Narkoba 25,1 Kg, Aparat Kini Kejar Jaringan Internasional

Pilot Malaysia selundupkan narkoba

TANGERANG, NETIZ Bea Cukai dan Bareskrim menangkap seorang Pilot Malaysia selundupkan jenis ekstasi dan sabu seberat 25,1 kilogram di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 30/07/2026 malam. Tersangka bernama Mohd Saufi bin Othman kedapatan membawa puluhan ribu butir narkotika yang disembunyikan di dalam koper pribadinya saat melewati pemeriksaan mesin X-ray.

Pemeriksaan manual yang dilakukan petugas mengungkap temuan sebanyak 70.114 butir narkotika yang diduga kuat sebagai ekstasi dengan estimasi nilai pasar mencapai Rp35 miliar. Penangkapan ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap citra bungkusan di dalam koper saat tersangka baru saja melalui penerbangan internasional.

“Petugas kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Ini adalah bukti komitmen kami menjaga pintu masuk negara dari ancaman narkoba,” kata Askolani, Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

“Tersangka adalah seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia. Kami akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menelusuri jaringan internasional di balik kasus ini,” ujar Komjen Wahyu Widada, Kepala Bareskrim Polri.

Atas tindakan tersebut, Pilot Malaysia selundupkan narkoba ini terancam hukuman berat sesuai Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka menghadapi ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati karena jumlah barang bukti yang disita melebihi batas maksimal kategori berat.

“Kasus ini menunjukkan bahwa sindikat narkoba terus mencari celah melalui jalur udara. Pemerintah tidak akan kompromi terhadap kejahatan narkotika,” tegas Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM.

Penangkapan ini menegaskan kewaspadaan tinggi aparat di pintu gerbang udara Indonesia terhadap modus baru yang memanfaatkan profesi tertentu. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan guna membongkar jaringan distribusi narkotika internasional yang melibatkan Pilot Malaysia selundupkan narkoba tersebut. (KB/*)