Minggu, 2 Agustus 2026

Ribuan Migran Maroko Masuk Ceuta Lewat Laut, Krisis Perbatasan Spanyol Memanas

Krisis Migran Ceuta
Sejumlah migran berlarian dan memanjat pagar pembatas saat berupaya memasuki wilayah Ceuta, Spanyol. FOTO: Viory

CEUTA, NETIZ – Ratusan migran membanjiri wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, pada Kamis (31/07) sehingga memicu peringatan darurat kemanusiaan. Lonjakan kedatangan tersebut membuat aparat keamanan dan fasilitas penampungan kewalahan menghadapi Krisis Migran Ceuta yang terus meningkat.

Rekaman video memperlihatkan para migran berlarian di jalanan kota sementara Guardia Civil mengevakuasi sejumlah orang dari laut. Aparat terus berpatroli di sepanjang garis pantai untuk mengantisipasi gelombang migran yang memasuki wilayah tersebut melalui jalur laut maupun pagar perbatasan.

“Ceuta sedang mengalami darurat kemanusiaan dan sosial. Kami tidak mampu menghadapi sendiri tekanan akibat kedatangan antara 1.500 hingga 2.000 orang hanya dalam waktu sepuluh hari, jumlah yang setara dengan sekitar dua persen dari total populasi kami,” ujar Juan Jesus Vivas, Presiden Pemerintah Regional Ceuta.

Juan Jesus Vivas mengungkapkan bahwa fasilitas penampungan bagi -anak tanpa pendamping telah beroperasi hingga 2.400 persen di atas kapasitas normal. Kondisi Krisis Migran Ceuta ini menyebabkan banyak orang terpaksa bermalam di ruang terbuka karena pusat penampungan sudah penuh.

Pemerintah regional mendesak pemerintah pusat di Madrid segera mengirim tambahan personel kepolisian dan militer untuk menjaga keamanan serta membantu penanganan krisis. Namun, Kementerian Dalam Negeri Spanyol menolak menetapkan status darurat nasional karena menilai situasi belum memenuhi kriteria hukum.

Sebagian besar migran berasal dari dan Aljazair yang menempuh perjalanan berbahaya mengitari pemecah gelombang. Jalur laut menuju wilayah ini dikenal sangat berisiko dengan laporan puluhan orang meninggal dunia akibat arus kuat selama Krisis Migran Ceuta tahun ini.

Putusan Mahkamah Agung Spanyol menyatakan migran yang dicegat di perairan tidak dapat langsung dipulangkan secara instan. Aturan ini berbeda bagi mereka yang saat melintasi jalur darat menuju wilayah yang berpenduduk 84.000 jiwa tersebut bersama Melilla. (KB/*)