Menu

Mode Gelap

Nasional · 24 Nov 2025

Dari Kampung Terpuruk Menjadi Sentra Anggur: Reforma Agraria Bangkitkan HarapanWarga Duyu Palu


					Seorang warga Desa Duyu menunjukkan hasil panen anggur dari kebun miliknya yang menjadi bagian dari Program Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: istimewa Perbesar

Seorang warga Desa Duyu menunjukkan hasil panen anggur dari kebun miliknya yang menjadi bagian dari Program Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: istimewa

,netiz.id — Tujuh tahun berlalu sejak gempa dahsyat melanda Kota Palu, kehidupan warga Desa Duyu perlahan bangkit melalui cara yang tak pernah mereka bayangkan: . Kampung Reforma Agraria yang masuk ke desa ini bukan hanya menghadirkan tanaman baru, tetapi juga membuka jalan ekonomi baru bagi yang sebelumnya kehilangan harapan.

Pasca bencana , sebagian besar warga tak memiliki kegiatan berarti. Namun, kehadiran kebun-kebun anggur yang berkembang pesat mengubah suasana desa. Tanaman yang awalnya ditanam sebagai percobaan kini menjadi sumber penghasilan tambahan yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Salah satu tokoh yang merasakan perubahan itu adalah Vicky (30), Ketua Kelompok Usaha Doyou Grape. Bersama sekitar 20 anggota, mayoritas ibu , Vicky mengolah hasil kebun anggur menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi. Keripik daun anggur, mi daun anggur, selai, hingga sirup kini rutin mereka produksi.

“Dulu ibu-ibu di desa banyak yang tidak punya kegiatan. Setelah menjadi Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, kami bentuk kelompok dan sering ikut pelatihan dari dan dinas. Alhamdulillah sekarang bisa menghasilkan uang sendiri,” tutur Vicky, Selasa (04/11/25).

Kelompok ini berdiri pada , melihat peluang dari pesatnya pertumbuhan kebun anggur di desa. Mereka memproduksi di rumah sekretariat dan memasarkan lewat pesanan. Saat ada pameran atau undangan dari pemerintah, produk olahan anggur dari Duyu sering menjadi incaran. “Kadang ada pesanan untuk oleh-oleh sampai dibawa ke Jawa,” ujarnya.

Dampak positif juga dirasakan Ibu Sartini (60), seorang ibu rumah tangga yang kini mengelola enam pohon anggur tiga di antaranya bantuan dari program Kampung Anggur Duyu Bangkit. “Sekali panen bisa dapat satu juta,” katanya sambil menunjukkan batang anggur yang tumbuh rimbun di samping rumah.

Meski panen bersifat musiman, tambahan pendapatan itu sangat berarti. Pembeli berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari , hingga Poso. Saat musim panen tiba, halaman rumahnya mendadak ramai oleh mobil dan pengunjung yang ingin membeli langsung. “Bangga sekali kampung ini jadi terkenal,” ujarnya tersenyum.

Kini, Kampung Anggur Duyu Bangkit menjadi contoh bagaimana Reforma Agraria mampu menggerakkan ekonomi lokal. Dari halaman rumah yang penuh tanaman, lahirlah peluang usaha baru. Dari ibu-ibu yang dulu tak berkegiatan, kini tumbuh kelompok usaha yang produktif. Perubahan kecil dari kebun sederhana itu kini menjadi kebanggaan baru warga Desa Duyu tanda bahwa harapan bisa tumbuh kembali, bahkan dari tanah yang pernah runtuh. (KB/)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Menteri Nusron Wahid: 2026 Tak Boleh Ada Lagi Berkas Pertanahan Menumpuk

15 Januari 2026 - 06:30

nusron Wahid

Wamen ATR/BPN Tekankan Kekompakan Internal untuk Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

15 Januari 2026 - 06:19

Wamen Ossy Dermawan

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI
Trending di Nasional