Menu

Mode Gelap

Nasional · 27 Jun 2025

Menteri ATR/BPN Ajak Kepala Daerah Sosialisasikan Pentingnya Tanda Batas Tanah


					Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, FOTO: istimewa Perbesar

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, FOTO: istimewa

SUMEDANG,netiz.idMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (), Nusron Wahid, mengimbau para kepala daerah untuk aktif menyosialisasikan pentingnya pemasangan tanda batas tanah kepada masyarakat. Imbauan ini disampaikan dalam kegiatan Kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025 Gelombang II di Balairung Rudini, IPDN, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (25/06/25).

Dalam pernyataannya, Menteri Nusron menegaskan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga batas tanah menjadi salah satu pemicu utama terjadinya pertanahan. Bahkan, tak jarang terjadi kesalahan tukar batas dengan lahan milik orang lain.

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengetahui dan menjaga tanda batas tanah sering kali memicu sengketa, bahkan terjadi tukar batas dengan lahan di sebelahnya,” ujarnya.

Sejak , telah menggulirkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Namun, menurut Nusron, keberhasilan gerakan ini membutuhkan penuh dari kepala daerah.

“Sudah saatnya pemerintah bersama menyosialisasikan gerakan pemasangan tanda batas tanah ini agar tidak terus terjadi konflik tapal batas antarwarga,” tambahnya.

Selain itu, Nusron juga menyoroti masih banyaknya bidang tanah yang belum terpetakan dan belum bersertipikat. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat desa, hingga asosiasi profesi di bidang pemetaan dan pengukuran guna mempercepat proses sertipikasi.

“Untuk persoalan seperti itu, kepala daerah bisa bekerja sama dengan perangkat desa, dengan asosiasi profesi di bidang pengukuran dan pemetaan untuk sama-sama melengkapi sertipikat tersebut,” tegasnya.

Hingga Juni 2025, progres (PTSL) menunjukkan capaian positif. Dari target sebanyak juta bidang tanah, sebanyak 122,5 juta bidang telah didaftarkan, dengan 96,4 juta bidang telah bersertipikat.

“Tugas kita sekarang adalah melanjutkan pendaftaran bidang tanah yang belum terdaftar dan belum bersertipikat. Untuk itu, kami sangat mengharapkan kerja samanya,” pungkas Nusron di hadapan 86 kepala daerah dan wakil kepala daerah peserta orientasi.

Turut dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, sebagai narasumber. Menteri Nusron hadir bersama Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN, Harison Mocodompis, serta Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Menteri Nusron Wahid: 2026 Tak Boleh Ada Lagi Berkas Pertanahan Menumpuk

15 Januari 2026 - 06:30

nusron Wahid

Wamen ATR/BPN Tekankan Kekompakan Internal untuk Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

15 Januari 2026 - 06:19

Wamen Ossy Dermawan

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI
Trending di Nasional