Menu

Mode Gelap

Nasional · 1 Mar 2025

Kolaborasi Kementerian ATR/BPN dan PT NSA Wujudkan Pemanfaatan Tanah Ulayat Berkelanjutan


					Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan. FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan. FOTO: istimewa

,netiz.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, bersama masyarakat Desa Asahduren, Kabupaten Jembrana, Bali, melakukan penanaman pisang cavendish di lokasi ulayat mereka pada Jumat (28/02/25). Kegiatan ini menjadi simbol penting dalam penataan akses terhadap tanah ulayat, yang merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ossy Dermawan mengungkapkan bahwa sertifikat tanah ulayat yang diberikan kepada Desa Asahduren telah membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. “Tanah ulayat yang sangat dihargai oleh desa adat kini dapat dimanfaatkan secara optimal berkat ini. Ini adalah kabar baik, mengingat masih banyak tanah ulayat lain yang belum tergarap dengan maksimal,” ujarnya.

Desa Asahduren, yang termasuk dalam wilayah desa adat di Bali, menerima sertifikat tanah ulayat dari Kementerian melalui Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Bali pada . Sertifikat ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat hukum adat di daerah tersebut.

Untuk memastikan tanah ulayat tersebut dapat menjadi sumber kesejahteraan, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan PT Nusantara Segar Abadi (NSA) memberikan dukungan ekonomi berupa bibit, alat pertanian, pendampingan, serta offtaker untuk pisang cavendish yang ditanam.

“Saya mengimbau semua pihak, baik masyarakat yang diwakili oleh Bendesa Adat maupun PT NSA, untuk membangun kolaborasi yang solid. Pahami keterbatasan masyarakat, mereka semaksimal mungkin, dan di sisi lain, masyarakat juga harus menghormati kesepakatan yang telah dibuat,” pesan Ossy Dermawan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, , menyatakan bahwa penanaman pisang cavendish dilakukan di tanah ulayat seluas 9.800 m² dengan melibatkan 900 kepala keluarga.

“Saya berharap ini menjadi contoh pemanfaatan tanah yang optimal sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada. Pisang cavendish dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi, permintaan pasar yang stabil, serta teknik yang mudah dipelajari masyarakat lokal. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi yang signifikan dari hasil produksi pisang ini,” jelas Yulia Jaya Nirmawati.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia; Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin; Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Daging; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama; serta perwakilan dari Kantor Pertanahan se-Provinsi Bali. Turut hadir pula perwakilan Forkopimda Bali dan Kabupaten Jembrana. (*)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI

Antrian Online Sentuh Tanahku Permudah Layanan Pertanahan di Karawang

31 Desember 2025 - 07:08

ATR BPN RI

27 Tahun Menanti, Warga Eks Pejuang Timtim Akhirnya Miliki Rumah di Kupang

30 Desember 2025 - 08:17

ATR BPN RI

ATR/BPN Percepat Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana di Sumatera

30 Desember 2025 - 06:11

Wamen Ossy Dermawan
Trending di Nasional