Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Okt 2024

Delegasi Tiga Negara Kunjungi Kementerian ATR/BPN untuk Pelajari Program Reforma Agraria


					Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). FOTO: ist Perbesar

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). FOTO: ist

JAKARTA,netiz.id — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional () menerima delegasi dari Republik Senegal, Republik Madagaskar, dan Republik Pantai Gading. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari Program Percepatan Reforma Agraria (PPRA) yang tengah dilaksanakan di .

Kehadiran rombongan disambut oleh Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Eresta Jaya pada Senin (30/09/24). Dalam sambutannya, Virgo memperkenalkan informasi dasar mengenai struktur dan fungsi , yang memiliki 4 Kantor Pusat, 33 Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi, dan 486 Kantor Pertanahan di Kabupaten/Kota.

Virgo menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk menangani berbagai urusan pertanahan dan tata ruang, termasuk pendaftaran bidang tanah di seluruh Indonesia. “Kami berupaya mewujudkan tujuh tujuan strategis, mulai dari keadilan pertanahan hingga kepastian hukum hak atas tanah,” ungkapnya di hadapan para delegasi.

Progres pendaftaran tanah di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sesditjen SPPR, Hendy Pranabowo, mengungkapkan bahwa sejak dimulainya program percepatan pada 2017 melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Kementerian ATR/BPN telah berhasil memetakan 118 juta bidang dari total juta bidang yang ada. “Kami menargetkan untuk mencapai 120 juta bidang terdaftar pada akhir ,” tuturnya.

Mika-Petteri Törhönen, seorang ahli pertanahan dari World Bank, menilai bahwa Indonesia merupakan pemimpin dunia dalam pendaftaran tanah. Ia menambahkan, “Pada 2026, Indonesia ditargetkan dapat mendaftarkan seluruh bidang tanah non-hutan, dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari keberhasilan Indonesia dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.”

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penyerahan cinderamata oleh Dirjen SPPR kepada delegasi. Di sesi kedua, masing-masing delegasi memaparkan kondisi administrasi pertanahan di negara mereka. dipimpin oleh Yono Cahyono, Kepala Subdirektorat Pengukuran dan Pemetaan Bidang, untuk membahas langkah-langkah yang dapat diterapkan sesuai dengan situasi masing-masing negara.

dalam pertemuan ini juga Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Herjon C.M. Panggabean, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Dony Erwan Brilianto, serta perwakilan dari World Bank dan Tim Konsultan Program Management Unit Program Percepatan Reforma Agraria (PMU-PPRA). (*)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI
Trending di Nasional