PARIGIMOUTONG,netiz.id — Kabupaten Parigi Moutong diguncang oleh skandal korupsi yang menggemparkan! Mega proyek Sentra Industri Kecil Menengah (Sikim) dikabarkan telah menelan miliaran anggaran APBD tanpa menghasilkan sedikit pun Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Investigasi yang dilakukan oleh tim media ini, mengungkap fakta menghancurkan. Pemerintah Daerah Parigi Moutong ternyata telah mengalokasikan dana puluhan miliar rupiah dari APBD tahun anggaran 2019 untuk proyek Sikim yang seharusnya menjadi penyumbang PAD yang signifikan.
Namun, di tengah tumpukan uang rakyat yang mengalir ke proyek ini, belum ada hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Belasan tender proyek pembangunan gedung dan pengadaan alat produksi di Sikim, yang berlokasi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, ternyata hanya menjadi ajang pemborosan anggaran semata.
Tender dengan nilai kontrak terbesar mencapai miliaran rupiah, seperti Pengadaan Mesin dan Peralatan Sikim, justru disinyalir menjadi sarang korupsi. CV Berdayung Sampan Teknindo berhasil memenangkan tender ini, tetapi pertanyaan besar muncul: Di mana hasilnya? Tidak ada sumbangsih PAD yang berarti!
Selain itu, proyek Pembangunan Gedung Produksi Nata Decoco juga menuai kontroversi. CV Shintya Lestari menjadi pemenang tender dengan nilai kontrak mencapai lebih dari 1,6 miliar rupiah. Namun, di tengah bangunan yang megah, PAD Parigi Moutong tetap mengalami kekosongan.
Sikim, yang seharusnya menjadi pusat industri yang mampu menggerakkan perekonomian daerah, justru menjadi simbol ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola anggaran dengan baik. PT Pinus Sulawesi, mitra pemasaran terpilih, berhasil mengekspor produk-produknya hingga ke luar negeri, tetapi tanpa memberikan kontribusi PAD yang layak.
Kadis Perindag Parigi Moutong, Moh. Yasir, tak bisa mengelak dari fakta pahit ini. Meski mengklaim pemasaran produk Sikim telah mencapai negara Iran melalui mitra pemasaran PT Pinus Sulawesi, tidak ada dana yang masuk ke kas daerah. Kelapa-kelapa yang diolah menjadi kopra putih, minyak VCO, dan briket telah menghasilkan keuntungan bagi pihak ketiga, sementara PAD Parigi Moutong tetap terjaga kekosongannya. (TIM)




