PALU,netiz.id — Kondisi Jalan Tanderante, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, yang tak kunjung diaspal selama 13 tahun menjadi sorotan warga dalam kunjungan kerja daerah pemilihan (kunker dapil) Anggota DPRD Kota Palu, Muchsin Ali, pada Jumat (15/08/25).
Keluhan itu disampaikan langsung oleh warga kepada Muchsin di sela-sela pertemuan yang digelar di Jalan Tanderante. Mereka mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan telah berkali-kali diajukan melalui berbagai jalur, mulai dari reses DPRD, laporan kepada Wali Kota, aplikasi pengaduan, hingga media sosial. Namun, hingga kini belum ada realisasi.
“Di RT 1 RW 6 saja, kami sudah tiga kali mengusulkan lewat reses. Saat ini, proposal sudah masuk pengajuan keempat. Tapi selama 13 tahun, belum pernah ada pengaspalan,” kata seorang warga.
Selain infrastruktur jalan, warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap aktivitas pengembang perumahan BTN. Menurut mereka, saat terjadi banjir, material seperti pasir, kerikil, dan batu terbawa hingga wilayah RW 6, 7, dan 8 akibat pembangunan di area perbukitan berbatu dan berpasir. Mereka menilai proyek tersebut rawan longsor dan dapat mengancam ratusan kepala keluarga yang tinggal di bawahnya.
Warga pun mendesak pemerintah melakukan moratorium atau kajian mendalam sebelum pembangunan dilanjutkan, serta memastikan adanya pengawasan ketat oleh tim khusus.
Menanggapi hal itu, Muchsin Ali yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Palu berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada dinas terkait. Ia bahkan menyebut akan mengajak dinas tersebut turun langsung ke lapangan pada kegiatan reses mendatang.
“Insyaallah, tahun depan saya akan membantu pengaspalan jalan dan perbaikan drainase. Namun saya juga mengingatkan bahwa anggaran Pemkot Palu terbatas. Karena itu, warga diharapkan taat membayar retribusi dan kewajiban lainnya sebagai penunjang pembangunan kota,” ujarnya. (KB)




