PALU,netiz.id — Persoalan drainase dan akses air bersih menjadi sorotan utama warga Jalan Ketimun Lorong II, Kecamatan Palu Barat, dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, Senin (14/07/25). Reses caturwulan II masa persidangan tahun 2025 tersebut dilaksanakan di Kelurahan Balaroa.
Dalam pertemuan itu, warga, Saharuddin mengeluhkan belum terealisasinya pembangunan drainase di wilayah Ketimun Lorong II. Setiap kali hujan deras, wilayah itu kerap dilanda banjir hingga setinggi lutut orang dewasa, meskipun proyek drainase disebut telah dianggarkan sejak tahun sebelumnya.
“Berdasarkan keterangan dari teman-teman di kelurahan, sebenarnya pembangunan got di Jalan Bayam sudah dianggarkan tahun lalu. Namun belum bisa dikerjakan karena belum ada got besar di area tersebut,” jelas Nurhalis.
Menanggapi hal tersebut, Nurhalis berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan warga dengan berkoordinasi bersama sejumlah instansi teknis di lingkup Pemerintah Kota Palu.
“Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perkim, Bappeda, maupun Dinas PU untuk mendorong percepatan pembangunan got di Jalan Bayam,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, politisi PKS dari Dapil Palu Barat itu juga merespons usulan warga agar persoalan ini turut diperjuangkan melalui jalur DPRD Provinsi Sulteng.
“Rekan-rekan kami di DPRD Provinsi, khususnya yang berasal dari Dapil Kota Palu, bisa ikut memfasilitasi program-program seperti ini. Karena itu, kami akan mengomunikasikan aspirasi warga agar bisa diakomodasi di tingkat provinsi,” tambahnya.
Selain masalah drainase, warga juga mempertanyakan aktivitas penggalian yang dilakukan pihak PDAM. Menjawab itu, Anggota Fraksi PKS itu menjelaskan bahwa operasional PDAM kini dikelola oleh pihak ketiga, yakni Perumdam AVO.
“Kalau tidak salah, dua tahun lalu kami sudah berkoordinasi dengan fasilitator, dan dijanjikan ada program sambungan air bersih gratis untuk warga. Tapi saya tidak hafal jumlah kuotanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kelurahan Balaroa menjadi prioritas dalam distribusi air bersih karena merupakan wilayah terdampak bencana. Namun hingga kini, masih ada pembatasan sambungan air karena jaringan belum sepenuhnya diserahkan kepada warga.
“Saya akan kembali berkoordinasi dengan Perumdam AVO terkait hal ini. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Nurhalis.
Ia menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa masih terdapat beberapa titik di Kelurahan Balaroa yang belum terlayani air bersih secara maksimal. Oleh karena itu, ia akan terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui jalur formal maupun komunikasi lintas lembaga. (KB)




