Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Okt 2023

Dialog Ekologi dan Kebencanaan, Memperkuat Kesadaran Mitigasi Bencana di Kota Palu


					Photo : Ist Perbesar

Photo : Ist

PALU,netiz.id Rumah Bahari Gemilang, dengan dukungan dari Yayasan Plan International , Australian Aid, serta Teens Go Green Indonesia, menginisiasi dan berhasil melaksanakan Dialog Ekologi dan di Mandiri Mamboro, Mamboro, Kecamatan Palu Utara. Jum’at (29/9/23)

Dalam acara tersebut, Ardiansyah, seorang project leader bersama dengan lima anggota timnya, mengangkat tema “Refleksi 5 Tahun Bencana, Saatnya Membangun Mitigasi Ekologi.”

Dialog ini berhasil mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk narasumber terkemuka seperti Drs. Abdullah, M.T (Pakar kebencanaan Sulawesi Tengah), Neni Muhidin (Pegiat literasi kebencanaan), dan Moh. Tofan Saputra selaku Direktur (Rubalang).

Acara ini juga dihadiri oleh 20 perwakilan dari komunitas anak muda serta warga penyintas bencana.

Dalam presentasinya, Drs. Abdullah, seorang pakar kebencanaan dan dosen di , mengulas peristiwa Gempa dan Tsunami yang melanda Sulawesi Tengah dari tahun ke tahun, dengan fokus pada dampaknya terhadap Kota Palu.

Sementara itu, Neni Muhidin membahas pentingnya mengaitkan upaya mitigasi bencana struktural, seperti pembangunan tanggul untuk mengatasi abrasi dan tsunami, serta upaya mitigasi non-struktural melalui pendekatan budaya dan praktik baik dalam membangun ketahanan dengan pendekatan ekologis.

“Pengetahuan lokal masyarakat kita sangat memungkinkan untuk membangun mitigasi bencana. Kita bahkan bisa belajar dari cerita masyarakat Desa Kabongan yang terlindungi saat tsunami berkat adanya hutan bakau.” Ucapnya

Ditempat yang sama, Moh. Taufan Saputra menggarisbawahi peran penting anak muda dalam mendukung isu-isu iklim dan kebencanaan serta ikut berpartisipasi dalam melindungi Kota Palu dalam kerangka kerja kolaboratif.

Disisi lain, Kevin Apriandra, Salah satu peserta dialog, menyatakan bahwa dialog tentang ekosistem dan kebencanaan sangat penting, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih kurang dalam pengetahuan mitigasi bencana.

Kevin menyoroti bahwa banyak fakta ilmiah tentang kebencanaan yang tidak diketahui oleh masyarakat pedesaan yang masih kental dengan mitos daerahnya.

Ia menekankan bahwa upaya-upaya seperti penanaman di daerah-daerah yang belum terlalu terpengaruh oleh infrastruktur dapat membantu dalam penanganan bencana, khususnya tsunami. (TIM)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Resmob Tadulako Amankan Pelaku Pencurian Brankas di Toko Bintang Palu

13 Januari 2026 - 19:04

Polresta Palu

Anwar Hafid Ungkap Bahaya Tambang Ilegal, Dorong Pengetatan Pengawasan KLH

13 Januari 2026 - 18:39

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid dan Menteri KLH Sepakat Perketat Pengawasan Pertambangan di Sulteng

13 Januari 2026 - 15:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Amankan Aset Negara, Kantor Pertanahan Donggala Serahkan Sertipikat BMN

13 Januari 2026 - 10:02

Kantah Donggala

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan
Trending di Nasional