Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Okt 2024

Perangi Mafia Tanah, Menteri AHY Fokus pada Sertifikasi Hakim Pertanahan


					Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), FOTO: ist Perbesar

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), FOTO: ist

BOGOR,netiz.idMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sertifikasi Hakim Pertanahan dan Tata Ruang yang bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait isu-isu pertanahan dan tata ruang di . Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman hakim mengenai berbagai regulasi di bidang tersebut serta mendorong tata kelola pertanahan yang lebih baik di masa mendatang.

Dalam sambutannya pada acara yang di Aula PPSDM Kementerian ATR/BPN, , Rabu (02/10/24), AHY menekankan pentingnya persamaan persepsi di antara para penegak hukum terkait isu-isu pertanahan yang sering kali tumpang tindih. Ia menyoroti bahwa perbedaan pandangan dalam memahami konsep pertanahan, termasuk milik negara, sering kali memicu masalah di lapangan.

“Masih terdapat perbedaan dalam memaknai sejumlah isu terkait pertanahan, termasuk regulasi yang kerap tumpang tindih. Melalui program sertifikasi ini, diharapkan kita bisa lebih solid dalam memahami permasalahan pertanahan yang dialami masyarakat,” ujar AHY.

Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa program ini penting untuk memastikan para hakim mampu memberikan putusan yang tepat dalam menyelesaikan sengketa pertanahan, yang sering kali menjadi persoalan pelik di tengah masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, harus hadir dalam melindungi masyarakat dari praktik-praktik penyerobotan tanah oleh mafia tanah dan masalah lainnya.

“Kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat sangatlah penting. Dengan tata kelola pertanahan yang baik, kita bisa mewujudkan keadilan dan hak atas tanah untuk semua,” tambahnya.

Program sertifikasi ini diikuti oleh 80 hakim dari peradilan umum dan peradilan tata usaha negara. Mereka mengikuti dengan metode blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran tatap muka dan mandiri, yang mencakup total 109 jam pelajaran. Diharapkan pendekatan ini mampu memberikan pemahaman aplikatif yang lebih baik kepada para hakim dalam menangani kasus-kasus nyata di lapangan.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Mahkamah (MA). Ketua MA, Syarifuddin, turut hadir dalam pembukaan program, bersama dengan sejumlah pimpinan tinggi Kementerian ATR/BPN serta pejabat penting lainnya. AHY juga didampingi oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni.

Turut hadir pula Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Sunarto; Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Suharto; serta sejumlah pejabat MA dan DPR RI, termasuk praktisi Junimart Girsang. (*)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI

Antrian Online Sentuh Tanahku Permudah Layanan Pertanahan di Karawang

31 Desember 2025 - 07:08

ATR BPN RI

27 Tahun Menanti, Warga Eks Pejuang Timtim Akhirnya Miliki Rumah di Kupang

30 Desember 2025 - 08:17

ATR BPN RI
Trending di Nasional