Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Jul 2025

Menteri ATR/BPN Soroti Tiga Tantangan Pertanahan, Dorong Reformasi Sistem dan SDM di Sulut


					Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid berfoto bersama jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Utara usai memberikan pengarahan di Minahasa, Kamis (17/07/25). FOTO: istimewa Perbesar

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid berfoto bersama jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Utara usai memberikan pengarahan di Minahasa, Kamis (17/07/25). FOTO: istimewa

,netiz.idMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (), Nusron Wahid, menegaskan bahwa sektor pertanahan di Indonesia tengah menghadapi tiga tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Hal ini disampaikan saat ia memberi pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi (Sulut), di Minahasa, Kamis (17/07/25).

Ketiga tantangan tersebut mencakup:

  1. Peningkatan capaian sertipikasi ,
  2. Penyertipikatan atas bidang tanah yang telah terpetakan namun belum bersertipikat, dan
  3. Peningkatan kualitas data pertanahan.

“Dari sisi sistem, seluruh proses bisnis harus disederhanakan dan didukung oleh teknologi informasi. Sementara dari aspek SDM, harus berbasis jenjang karier yang transparan dan meritokratis,” ujar Menteri Nusron.

Ia menegaskan bahwa penguatan sistem dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut. Nusron juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024, pertanahan di Sulawesi Utara telah berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di antaranya melalui penerimaan BPHTB senilai Rp124,4 miliar dan pencatatan hak tanggungan senilai Rp4,2 triliun. Dari total 7,8 juta layanan , sekitar 52 ribu layanan diberikan di wilayah Sulut.

Dalam era post-truth, Nusron juga meminta seluruh jajaran untuk aktif dalam komunikasi publik demi menangkal disinformasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

“Semua harus menjadi garda terdepan dalam menjelaskan kebijakan dengan benar, meluruskan disinformasi, dan membangun kepercayaan publik. Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu-dua orang untuk menjaga nama baik institusi,” tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya bekerja dengan integritas, cepat, bersih, akurat, serta berlandaskan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari tata kelola pertanahan yang modern dan profesional.

Sebelum memberikan pengarahan, Menteri Nusron turut menandatangani prasasti renovasi gedung Kanwil BPN Sulut, serta dua kantor pertanahan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Bolaang Mongondow Timur ().

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron didampingi para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN dan turut menyimak pemaparan kinerja dari Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulut, Erry Juliani Pasoreh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat administrator dan sejumlah pejabat pengawas di lingkungan Kanwil BPN Sulut. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI

Antrian Online Sentuh Tanahku Permudah Layanan Pertanahan di Karawang

31 Desember 2025 - 07:08

ATR BPN RI

27 Tahun Menanti, Warga Eks Pejuang Timtim Akhirnya Miliki Rumah di Kupang

30 Desember 2025 - 08:17

ATR BPN RI
Trending di Nasional