PALU,netiz.id — Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, menilai program BERANI yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Tengah efektif dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut. Ia optimistis, melalui implementasi program yang tepat sasaran dan sinergi lintas sektor, Sulawesi Tengah mampu mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada akhir 2026.
Berdasarkan data Maret 2025, tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat sebesar 10,92 persen dengan jumlah penduduk miskin mencapai 356,19 ribu jiwa. Meski menunjukkan tren penurunan, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.
“Insya Allah Sulawesi Tengah akan menjadi salah satu provinsi terdepan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” kata Syarifudin, Senin (05/01/26).
Menurutnya, sembilan program BERANI yang digagas Gubernur Anwar Hafid memiliki keselarasan dengan arah kebijakan nasional dalam pengentasan kemiskinan. Namun demikian, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dibebankan hanya kepada Gubernur dan pemerintah provinsi. Seluruh kepala daerah harus terlibat aktif agar program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas politisi Partai Demokrat itu.
Syarifudin juga mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengentasan Kemiskinan di tingkat provinsi sebagai upaya memperkuat koordinasi dan integrasi kebijakan pusat dengan program pemerintah daerah. Ia menilai keberadaan satgas akan mempercepat pelaksanaan program sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata, melainkan harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat. Penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, serta penghapusan kantong-kantong kemiskinan menjadi langkah strategis yang harus berjalan seiring.
Selain itu, Syarifudin menekankan pentingnya pengawalan program prioritas pemerintah pusat seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat diimplementasikan secara optimal di Sulawesi Tengah.
“Dengan keseriusan Gubernur Anwar Hafid serta dukungan Presiden Prabowo Subianto, saya yakin Sulawesi Tengah mampu menjadi provinsi rujukan nasional dalam pengentasan kemiskinan ekstrem,” pungkasnya. (*)




