DONGGALA,netiz.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Donggala, Sulawesi Tengah, mencatat peningkatan penyalahgunaan narkoba pada kelompok usia 15–24 tahun. Berdasarkan survei penyalahgunaan narkotika tahun 2023, angka penyalahguna kategori “pernah pakai” naik dari 1,44 persen pada 2021 menjadi 1,52 persen pada 2023.
Kepala BNNK Donggala, Khrisna Anggara, menyebutkan bahwa pelajar dan remaja menjadi perhatian utama karena mereka adalah generasi penerus bangsa. “Kenaikan ini memprihatinkan, mengingat pelajar akan memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa,” ujar Khrisna dalam keterangan pers pada Kamis (19/12/24).
Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, BNNK Donggala mendorong implementasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 yang mengatur fasilitasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salah satu fokus utama adalah penggunaan dana desa untuk mendukung pembentukan Desa Bersih Narkoba (Bersinar).
Lanjutnya, Hingga 2024, dua desa baru, yakni Desa Loli Dondo di Kecamatan Banawa dan Desa Towale di Kecamatan Banawa Tengah, telah bergabung ke dalam program Desa Bersinar. Program ini kini mencakup total sembilan desa dan satu kelurahan di Kabupaten Donggala.
“Desa Bersinar bertujuan menciptakan masyarakat yang tanggap terhadap ancaman narkotika melalui berbagai program, seperti penguatan ketahanan keluarga, pelatihan remaja teman sebaya, dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM),” jelas Khrisna.
Selain pencegahan, lanjutnya lagi, BNNK Donggala juga melakukan tes urine secara rutin. Sepanjang 2024, sebanyak 21 kali tes telah dilakukan dengan menyasar 537 orang, di mana 23 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Tingkatkan Peran Aktif Pemerintah dan Masyarakat
Khrisna juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat. Program Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan di berbagai sektor.
“Melalui pendekatan yang komprehensif, kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang bebas narkoba,” tuturnya.
Dengan upaya yang terus ditingkatkan, BNNK Donggala optimistis dapat mengendalikan penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda. (KB)




