DONGGALA,netiz.id – Pembangunan Food Court atau pusat jajanan serba ada di Donggala, yang berlokasi di depan pelabuhan Anjungan Gonenggati, Kelurahan Kabonga Kecil, menghadapi kendala serius.
Pekerjaannya dipastikan tidak akan selesai pada tahun 2023, sementara isu-isu kontroversial mengenai tarif sewa dan proses anggaran muncul.
Proyek ini juga menimbulkan kontroversi terkait anggaran dan isu tidak melewati pembahasan DPRD, dalam artian proyek siluman.
Salah satu pedagang kecil yang akan berjualan di Food Court ini menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap tuntutan sewa yang diajukan oleh oknum Kadis.
“Kami dimintai untuk membayar sewa sebesar Rp 350,000/bulan, ditambah uang tanda jadi sejumlah Rp 100,000,” ucap sumber yang enggan disebutkan namanya pada Kamis kemarin (28/12/23)
Sementara itu, Kepala Dinas Perindag, melalui Kepala Seksi Perdagangan Iksan, menyatakan bahwa pembangunan proyek ini tidak akan selesai pada tahun 2023.
Meskipun oknum Kadis yang menarik sewa belum teridentifikasi, Iksan menegaskan bahwa proyek Food Court ini khusus diperuntukkan bagi 33 pedagang kecil, tanpa adanya transaksi jual beli lokasi.
Dalam klarifikasinya, Iksan juga menjelaskan bahwa dari 33 unit Food Court yang direncanakan, hanya 14 unit yang saat ini sedang dikerjakan.
“Keterlambatan pekerjaan disebabkan oleh proses pembongkaran kafe pedagang sebelumnya, yang memakan waktu cukup lama,” ucapnya.
Iksan menyatakan bahwa kontraktor hanya dibayar sesuai volume pekerjaan dan menegaskan bahwa tidak ada pembayaran 100%, demikian Kepala Bidang Perdagangan Perindag Donggala.
Selain itu, anggaran sebesar 900 juta lebih untuk pembangunan Food Court dan 200 juta lebih untuk pembangunan MCK berasal dari APBD tahun 2023 ini. (TIM)




