Menu

Mode Gelap

Daerah · 3 Sep 2023

Kadis Ketapang Sebut Dukungan Stakeholder untuk Maksimalkan Produksi Beras di Donggala


					Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Donggala, Muhammad Fahri, S.Sos, M.Si. (Photo: ist) Perbesar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Donggala, Muhammad Fahri, S.Sos, M.Si. (Photo: ist)

DONGGALA,netiz.id – Hasil kunjungan atau monitoring tiga lumbung pangan yang difasilitasi oleh mesin penggiling dan pengering padi dengan kapasitas 80 ton, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Donggala, Mohammad Fahri, menyimpulkan bahwa lumbung pangan masih memerlukan atau dari pihak stakeholder untuk memaksimalkan hasil panen beras dari seluruh di Kabupaten Donggala.

Mantan Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Donggala tersebut menyatakan bahwa dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Donggala, ia meminta partisipasi aktif dari stakeholder yang ada untuk menjaga stok pangan beras di Kabupaten Donggala agar tetap aman.

“Jika petani tidak didukung atau hasil panennya tidak dimaksimalkan oleh Pemerintah Daerah, maka tengkulak mungkin akan mengambil semua hasil panen dari petani,” ujarnya. Minggu (3/9/23)

Menurut data yang diperoleh, produksi beras di wilayah tersebut mencapai puncaknya pada tahun 2022. Dengan jumlah penduduk sekitar 305.890 jiwa, kebutuhan konsumsi beras per kapita tahunan mencapai 120,9 kilogram, setara dengan total 36.982 ton per tahun. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa kebutuhan konsumsi bulanan adalah 3.081 ton, sementara kebutuhan mingguannya mencapai 616 ton.

“Ketiga lumbung pangan, baik yang terletak di , Balaesang, dan Utara, yang dibangun pada tahun 2022 dengan bantuan dari Bappenas, dan melihat hasil panen pada semester pertama mencapai 15 ribu ton, dapat disimpulkan ketiga lumbung pangan ini belum dapat menampung seluruh hasil produksi dari petani,” tambahnya.

Dengan 48 lumbung pangan tersebar di 16 kecamatan, termasuk tiga yang mampu menampung hingga 80 ton beras, sedangkan 45 lainnya hanya dapat menampung 30 ton beras, masih belum cukup untuk menampung produksi beras dari petani setempat.

Kemudian, tantangan berikutnya adalah terkait transportasi untuk mengangkut hasil panen petani yang belum tersedia dan akses ke lumbung pangan yang masih kurang memadai.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketapang Provinsi untuk meminta bantuan terkait transportasi hasil panen petani. Pihak provinsi meminta kepada kami untuk membuat proposal permintaan transportasi,” katanya.

“Untuk perbaikan menuju lumbung pangan, saya akan berkoordinasi dengan Dinas PMD untuk mengetahui apakah ada regulasi desa yang memungkinkan pembangunan jalan tersebut melalui ,” lanjutnya.

Selanjutnya, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan berencana mendukung petani dengan menyediakan kemasan beras bermerek Donggala sesuai permintaan petani, termasuk berbagai jenis beras dengan berat mulai dari 5 kg hingga 100 kg.

“Gagasan ini sebagai langkah untuk memaksimalkan hasil panen petani, terutama ketika beras dikemas dengan merek Kabupaten Donggala. Hal ini juga akan berkontribusi secara signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Donggala,” ungkapnya.

Terakhir, Kabupaten Donggala telah bekerja sama dengan tiga daerah di Kalimantan, yaitu Pemkot Balikpapan, Pemda Samarinda, dan Penajam Paser Utara, untuk memenuhi kebutuhan beras sebulan mencapai 1000 ton. Sebagai wilayah yang dekat dengan Ibukota Negara (IKN) dan telah ditunjuk sebagai pendukung IKN, Kabupaten Donggala diharapkan untuk segera mengambil peluang ini. Demikian Kadis Ketapang Donggala.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan ini melalui pertemuan dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (), , dan pihak Perbankan,” Tutupnya

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ogoamas satu di Kecamatan Sojol Utara, Hasirun menyampaikan harapannya agar program-program yang mengingatkan pada masa Orde Baru Dolog dan Bulog dapat diterapkan kembali untuk memberikan manfaat lebih besar bagi petani.

Hasirun juga menginginkan bantuan dari pemerintah untuk menjual hasil panen mereka dan meningkatkan sistem distribusi beras. Ia berharap pemerintah dapat membangun fasilitas penampungan beras dengan kapasitas besar dan menyediakan alat transportasi yang memadai untuk mengangkut hasil panen petani. (KB)

Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Resmob Tadulako Amankan Pelaku Pencurian Brankas di Toko Bintang Palu

13 Januari 2026 - 19:04

Polresta Palu

Anwar Hafid Ungkap Bahaya Tambang Ilegal, Dorong Pengetatan Pengawasan KLH

13 Januari 2026 - 18:39

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid dan Menteri KLH Sepakat Perketat Pengawasan Pertambangan di Sulteng

13 Januari 2026 - 15:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Amankan Aset Negara, Kantor Pertanahan Donggala Serahkan Sertipikat BMN

13 Januari 2026 - 10:02

Kantah Donggala

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan
Trending di Nasional