DONGGALA,netiz.id – Hasil kunjungan atau monitoring tiga lumbung pangan yang difasilitasi oleh mesin penggiling dan pengering padi dengan kapasitas 80 ton, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Donggala, Mohammad Fahri, menyimpulkan bahwa lumbung pangan masih memerlukan perbaikan atau kerjasama dari pihak stakeholder untuk memaksimalkan hasil panen beras dari seluruh petani di Kabupaten Donggala.
Mantan Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Donggala tersebut menyatakan bahwa dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Donggala, ia meminta partisipasi aktif dari stakeholder yang ada untuk menjaga stok pangan beras di Kabupaten Donggala agar tetap aman.
“Jika petani tidak didukung atau hasil panennya tidak dimaksimalkan oleh Pemerintah Daerah, maka tengkulak mungkin akan mengambil semua hasil panen dari petani,” ujarnya. Minggu (3/9/23)
Menurut data yang diperoleh, produksi beras di wilayah tersebut mencapai puncaknya pada tahun 2022. Dengan jumlah penduduk sekitar 305.890 jiwa, kebutuhan konsumsi beras per kapita tahunan mencapai 120,9 kilogram, setara dengan total 36.982 ton per tahun. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa kebutuhan konsumsi bulanan adalah 3.081 ton, sementara kebutuhan mingguannya mencapai 616 ton.
“Ketiga lumbung pangan, baik yang terletak di kecamatan Sirenja, Balaesang, dan Sojol Utara, yang dibangun pada tahun 2022 dengan bantuan dari Bappenas, dan melihat hasil panen pada semester pertama mencapai 15 ribu ton, dapat disimpulkan ketiga lumbung pangan ini belum dapat menampung seluruh hasil produksi dari petani,” tambahnya.
Dengan 48 lumbung pangan tersebar di 16 kecamatan, termasuk tiga yang mampu menampung hingga 80 ton beras, sedangkan 45 lainnya hanya dapat menampung 30 ton beras, masih belum cukup untuk menampung produksi beras dari petani setempat.
Kemudian, tantangan berikutnya adalah terkait transportasi untuk mengangkut hasil panen petani yang belum tersedia dan akses ke lumbung pangan yang masih kurang memadai.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketapang Provinsi untuk meminta bantuan terkait transportasi hasil panen petani. Pihak provinsi meminta kepada kami untuk membuat proposal permintaan transportasi,” katanya.
“Untuk perbaikan jalan menuju lumbung pangan, saya akan berkoordinasi dengan Dinas PMD untuk mengetahui apakah ada regulasi desa yang memungkinkan pembangunan jalan tersebut melalui dana desa,” lanjutnya.
Selanjutnya, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan berencana mendukung petani dengan menyediakan kemasan beras bermerek Donggala sesuai permintaan petani, termasuk berbagai jenis beras dengan berat mulai dari 5 kg hingga 100 kg.
“Gagasan ini sebagai langkah untuk memaksimalkan hasil panen petani, terutama ketika beras dikemas dengan merek Kabupaten Donggala. Hal ini juga akan berkontribusi secara signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Donggala,” ungkapnya.
Terakhir, Kabupaten Donggala telah bekerja sama dengan tiga daerah di Kalimantan, yaitu Pemkot Balikpapan, Pemda Samarinda, dan Penajam Paser Utara, untuk memenuhi kebutuhan beras sebulan mencapai 1000 ton. Sebagai wilayah yang dekat dengan Ibukota Negara (IKN) dan telah ditunjuk sebagai pendukung IKN, Kabupaten Donggala diharapkan untuk segera mengambil peluang ini. Demikian Kadis Ketapang Donggala.
“Kami akan menindaklanjuti permintaan ini melalui pertemuan dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kades, Bumdes dan pihak Perbankan,” Tutupnya
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ogoamas satu di Kecamatan Sojol Utara, Hasirun menyampaikan harapannya agar program-program yang mengingatkan pada masa Orde Baru Dolog dan Bulog dapat diterapkan kembali untuk memberikan manfaat lebih besar bagi petani.
Hasirun juga menginginkan bantuan dari pemerintah untuk menjual hasil panen mereka dan meningkatkan sistem distribusi beras. Ia berharap pemerintah dapat membangun fasilitas penampungan beras dengan kapasitas besar dan menyediakan alat transportasi yang memadai untuk mengangkut hasil panen petani. (KB)




