PALU,netiz.id — Program cetak sawah baru di Kabupaten Donggala mengalami penyesuaian signifikan setelah melalui tahapan Survei Investigasi Desain (SID). Dari usulan awal seluas 4.000 hektare, kini hanya 800 hektare lahan yang dinyatakan layak untuk dikembangkan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Donggala, Bambang, mengungkapkan bahwa pengurangan luas tersebut dilakukan setelah tim melakukan survei kelayakan di lapangan. Hasil SID menunjukkan sebagian lahan masuk dalam kawasan hutan lindung serta memiliki keterbatasan sumber air dan kondisi tanah yang tidak mendukung.
“Awalnya kami mengusulkan sekitar 4.000 hektare ke pemerintah pusat. Setelah verifikasi berkurang jadi 2.000, kemudian 1.500, dan terakhir 1.000 hektare. Setelah hasil SID keluar, lahan yang dinyatakan bersih (net) tinggal 800 hektare,” jelas Bambang di Palu, Kamis (16/10/25).
Luas 800 hektare tersebut kini tersebar di enam kecamatan, yaitu Pinembani, Labuan, Sindue Tobata, Dampelas, dan Sojol. Dua kecamatan lain yang sebelumnya diusulkan dinyatakan tidak memenuhi syarat karena kondisi lahan tidak sesuai kriteria teknis.
Bambang menekankan bahwa meski terjadi pengurangan luas, program ini tetap menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah. Ia juga meminta dukungan dari seluruh pihak di tingkat desa dan kecamatan untuk menyukseskan pelaksanaannya.
“Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, program cetak sawah ini bisa berjalan baik dan membawa manfaat besar bagi petani serta ketahanan pangan Donggala,” pungkasnya. (KB)




