PALU,netiz.id — Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, resmi mengawali periode kedua kepemimpinannya setelah menjalani prosesi adat di Kantor Wali Kota Palu pada Senin (03/03/25).
Prosesi adat yang digelar secara khidmat ini menjadi simbol penghormatan sekaligus penyambutan atas kembali dilantiknya pasangan pemimpin Kota Palu tersebut.
Setibanya di kantor wali kota, Hadianto dan Imelda disambut dengan prosesi adat Dula Ni Jeje sebagai wujud penghormatan dan penerimaan dari masyarakat adat.
Ketua Dewan Adat Kota Palu kemudian memasangkan Siga Nuada dan Sompoulu Nuada, sebagai simbol kepemimpinan yang diamanahkan kepada keduanya untuk membawa Kota Palu menuju kemajuan di periode kedua.
Prosesi dilanjutkan dengan adat Meore dan Dicinde Sambil Dikambu (Osekuni), sebelum akhirnya pembacaan doa Paepulu Salama dilakukan di ruang kerja wali kota untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dalam sambutannya, Hadianto tak mampu menahan rasa haru hingga meneteskan air mata. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas amanah yang kembali diberikan, serta berterima kasih kepada seluruh tim yang telah mendukungnya bersama Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin selama masa kepemimpinan sebelumnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT, kepada seluruh masyarakat, dan tim yang telah mendampingi kami hingga sampai pada titik ini,” ucapnya dengan penuh haru.
Hadianto menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinannya tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Ia berkomitmen melanjutkan pembangunan di Kota Palu dengan memastikan pelayanan publik tetap optimal serta membawa daerah ini menuju kemajuan yang lebih baik.
Meski demikian, ia menyadari berbagai tantangan yang akan dihadapi, terutama kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berpotensi memengaruhi kinerja pemerintahan daerah.
“Kondisi ini harus kita sikapi dengan bijak, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Palu,” ujar Hadianto.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyinggung kebijakan pembatasan waktu kerja pegawai menjadi tiga hari di kantor dan sisanya bekerja dari mana saja sebagai bentuk efisiensi anggaran.
Hadianto menegaskan bahwa meskipun ada pengurangan hari kerja di kantor, produktivitas dan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas.
“Jangan sampai efisiensi ini membuat kita lengah. Kita harus merumuskan strategi agar pelayanan tetap optimal,” tegasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Kota Palu. Ia menekankan bahwa kemajuan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kontribusi dan sinergi seluruh masyarakat.
“Mari kita bangun sinergitas yang kuat agar Kota Palu semakin maju dan menjadi kota yang lebih baik di masa depan,” ajaknya.
Momentum prosesi adat ini menjadi awal yang penuh makna bagi Hadianto Rasyid dan Imelda Liliana Muhidin dalam menapaki periode kedua kepemimpinan mereka.
Dengan semangat kebersamaan, keduanya siap menghadapi tantangan dan membawa Kota Palu menuju masa depan yang lebih sejahtera. (*)




