PALU,netiz.id — Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan program pembinaan dan peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengawalan kebijakan serta kolaborasi dengan lembaga-lembaga yang selama ini aktif melakukan pembinaan Al-Qur’an di Sulawesi Tengah.
Komitmen itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi’ah, saat menerima kunjungan jajaran Pengurus Rumah Qur’an Nusantara (RQN), Selasa (20/01/26). Dalam pertemuan tersebut, Fraksi PKS menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan RQN dalam rangka memperkuat pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Menurut Wiwik, Rumah Qur’an Nusantara merupakan salah satu lembaga yang telah membuktikan konsistensinya dalam pengembangan dan pembinaan Al-Qur’an selama bertahun-tahun. Karena itu, kolaborasi dengan lembaga semacam ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan dan dampak program pembinaan di daerah.
Pengurus RQN diterima di ruang Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Lantai II Gedung B DPRD Sulawesi Tengah. Sebanyak tujuh pengurus RQN yang dipimpin Ketua Sekolah Qur’an, Ustadz Kahar Abu Hasan, diterima oleh tiga anggota Fraksi PKS, yakni Wiwik Jumatul Rofi’ah, Wakil Ketua Fraksi Takwin, serta anggota fraksi Fatimah A. Lasawedi.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus RQN menyampaikan harapan agar Fraksi PKS dapat memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Sejumlah program pembinaan telah dirancang untuk dilaksanakan sejak tahun 2025 hingga dua tahun ke depan, baik yang bersifat rutin maupun insidental, termasuk kegiatan berskala nasional.
Menanggapi hal itu, Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk mengadvokasi dan memperjuangkan kegiatan pembinaan serta pengembangan yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Dukungan tersebut, kata Wiwik, sejalan dengan visi dan misi PKS sebagai partai dakwah.
“Selain itu, Fraksi PKS juga mendorong agar program-program RQN dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah, sehingga penguatan pembinaan Al-Qur’an dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.” tutupnya. (KB/*)





