PALU,netiz.id — Program penambahan rute Bus Trans Palu yang digagas Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Palu, Rini Haris. Politisi PAN asal Kecamatan Mantikulore itu menilai kebijakan tersebut sudah tepat, namun masih membutuhkan pembenahan dari sisi infrastruktur dan sosialisasi.
Dalam keterangannya kepada media ini, Kamis (03/07/25), Rini mengatakan bahwa setiap pengoperasian rute baru sebaiknya diikuti dengan penyediaan halte sementara sambil menunggu pembangunan halte permanen. Menurutnya, keberadaan halte sangat penting agar masyarakat tidak kebingungan saat ingin menggunakan layanan bus.
“Kalau bus sudah mulai beroperasi, seharusnya sudah ada halte sementara. Tapi memang, kalau mau membangun halte baru tentu butuh anggaran tambahan, sementara saat ini kita juga sedang mencari sumber pendapatan daerah,” jelasnya.
Anggota Fraksi Amanat Solidaritas itu juga menyoroti masih adanya rute-rute sepi penumpang yang sebaiknya dievaluasi dan dialihkan ke jalur yang lebih ramai, seperti ke arah Donggala Kodi. Namun, ia mengakui bahwa di beberapa daerah tersebut masih terdapat kendala, khususnya dalam sistem pembayaran non-tunai yang menggunakan QRIS.
“Sosialisasi penggunaan QRIS sangat penting, karena tidak semua penumpang punya HP Android atau mobile banking. Justru masyarakat menengah ke bawah yang paling banyak menggunakan bus, dan mereka ini yang harus kita fasilitasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengguna Bus Trans Palu sebagian besar adalah masyarakat yang melakukan perjalanan jarak pendek. Jika mereka harus menyambung perjalanan dengan ojek online dari halte, biaya transportasi menjadi lebih mahal dan memberatkan.
Rini juga menegaskan pentingnya manajemen armada yang lebih efektif. Ia menilai beberapa rute mengalami kelebihan armada, sementara jalur lain justru kekurangan.
“Misalnya rute ke Pantoloan yang punya tiga unit, bisa dikurangi jadi satu. Rute ke bandara juga mungkin cukup satu unit. Selebihnya dibagi ke jalur lain yang belum terjangkau,” katanya.
Rini menekankan bahwa keberhasilan program transportasi publik bukan hanya pada jumlah armada atau panjang rute, tetapi juga pada efektivitas distribusi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Yang penting juga adalah keberadaan dan lokasi halte-halte harus jelas dan disosialisasikan. Ini yang harus benar-benar diperhatikan,” tutupnya. (KB)




