PALU,netiz.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025–2030, di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Jalan Moh. Yamin, Rabu (14/05/25).
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Sulteng, H. Mohammad Arus Abdul Karim, didampingi unsur pimpinan DPRD lainnya. Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta anggota DPRD.
Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Sarifuddin Hafid, yang turut hadir dalam rapat, menyampaikan bahwa penyusunan RPJMD merupakan langkah strategis untuk menentukan arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Menurutnya, RPJMD bukan hanya sekadar dokumen perencanaan, melainkan pijakan penting dalam menentukan program dan kebijakan daerah.
“RPJMD ini akan menjadi fondasi pembangunan lima tahun ke depan, sehingga perlu dibahas secara seksama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sarifuddin dalam keterangannya.
Politisi Demokrat Sulteng itu juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam proses penyusunan dokumen tersebut agar mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara menyeluruh.
Pembahasan awal RPJMD 2025–2030 ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah, yang akan diselaraskan dengan visi-misi kepala daerah terpilih serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Adapun visi RPJMD Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2030 adalah “Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan.” Visi ini akan diterjemahkan ke dalam sejumlah misi dan program prioritas yang menjadi acuan pembangunan daerah selama lima tahun mendatang. (*)




