DONGGALA,netiz.id – Sebanyak 309 siswa mengikuti kegiatan Uji coba atau simulasi makan bergizi gratis yang dilaksanakan di dua sekolah dasar di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, pada Rabu (18/12/24). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan agar siswa mendapatkan asupan makanan bergizi guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 3 Banawa yang terletak di Kelurahan Kabongan Besar, serta di SDN 23 yang terletak di Kelurahan Gunung Bale. Program ini mendukung upaya perbaikan gizi di kalangan anak-anak sekolah dan berfokus pada penyediaan makanan bergizi dengan kandungan protein tinggi.
Dalam acara tersebut, Pj Bupati Donggala, Moh Rifani, turut hadir untuk memantau pelaksanaan program ini. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung upaya perbaikan gizi di kalangan siswa.
“Bersama-sama kita menciptakan generasi bangsa yang sehat, kuat, serta berdaya saing untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Tujuan utama dari program makanan bergizi ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa dan pencapaian akademik yang lebih tinggi,” ujar Rifani.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Donggala menyampaikan bahwa program makan bergizi ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan memberikan akses makanan bergizi kepada anak-anak sekolah. Diharapkan,
Menurutnya program ini dapat mengatasi masalah kekurangan gizi dan gizi buruk sejak dini, serta membantu meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah dan mencegah angka putus sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memaksimalkan hasil pembelajaran siswa, memastikan mereka memperoleh gizi yang cukup, dan memperbaiki kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Diperlukan strategi yang terintegrasi, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, agar program makanan bergizi dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang erat, pemerintah berharap dapat menyediakan akses pangan bergizi yang merata serta meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi gizi kepada masyarakat.
“Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menciptakan sistem kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (KB)




