PALU,netiz.id — Suasana haru menyelimuti kediaman Rusman di Jalan Tembang, Kelurahan Lere, Kota Palu pada Rabu (17/09/25). Bunda Wiwik, sapaan akrab Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, tak kuasa menahan air mata saat menyerahkan bantuan kursi roda untuk Rusman, seorang warga yang sudah bertahun-tahun terbaring akibat stroke.
Rusman, pria kelahiran Tasikmalaya tahun 1963, dulunya dikenal sebagai penjual bakso keliling. Namun, penyakit stroke yang menyerangnya membuat tubuh bagian kanannya lumpuh, hingga kini ia hanya bisa berbaring di rumah.
“Beliau kesulitan bergerak, apalagi berjalan. Makanya saya bawakan kursi roda, semoga bisa membantu,” tutur Bunda Wiwik sambil menyeka air mata.
Kisah Rusman pertama kali didengar Bunda Wiwik saat menggelar reses di Kelurahan Lere. Sang istri, Ngatmi, menyampaikan kondisi suaminya yang membutuhkan kursi roda, sekaligus menceritakan kesulitan ekonomi keluarga mereka. Menindaklanjuti hal itu, Bunda Wiwik pun berupaya menghadirkan bantuan kursi roda dan menyerahkannya langsung.
“Begitu masuk ke rumah beliau, saya langsung terharu dan tidak bisa menahan air mata melihat kondisinya. Ditambah lagi cerita dari istrinya, mereka juga sedang kesulitan ekonomi karena Bapak Rusman sudah tidak bisa mencari nafkah,” ungkapnya.
Kini, beban keluarga dipikul oleh Ngatmi. Dengan tubuh renta, ia tetap berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan jamu gendong di Kota Palu. Namun, penghasilan yang diperoleh masih jauh dari cukup, terlebih untuk biaya pengobatan suaminya.
“Untuk makan saja susah, apalagi pengobatan. Jadi pengobatannya seadanya saja,” kata Bunda Wiwik lagi.
Rusman dan istrinya memiliki seorang anak tunggal. Namun karena kondisi ekonomi sang anak yang juga terbatas, mereka enggan menambah beban.
“Terus terang saya menangis terus waktu di rumah Bapak Rusman. Bahkan saat perjalanan pulang, saya masih terharu dan tidak berhenti menangis. Alhamdulillah, Allah kembali memperlihatkan kondisi seperti ini. Hikmah bagi kita semua: jangan pernah berhenti bersyukur, karena kondisi kita masih jauh lebih baik,” tandas Bunda Wiwik. (KB/*)




