Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Sep 2025

Bunda Wiwik Serahkan Kursi Roda, Tangis Haru Iringi Silaturahmi dengan Warga Lere


					Bunda Wiwik, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng (kedua dari kiri), bersama jajaran pengurus saat menyerahkan bantuan kursi roda kepada Rusman, warga Kelurahan Lere yang menderita stroke, Rabu (17/09/25). FOTO: istimewa Perbesar

Bunda Wiwik, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng (kedua dari kiri), bersama jajaran pengurus saat menyerahkan bantuan kursi roda kepada Rusman, warga Kelurahan Lere yang menderita stroke, Rabu (17/09/25). FOTO: istimewa

,netiz.id — Suasana haru menyelimuti kediaman Rusman di Tembang, , pada Rabu (17/09/25). Bunda Wiwik, sapaan akrab Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, tak kuasa menahan air mata saat menyerahkan untuk Rusman, seorang yang sudah bertahun-tahun terbaring akibat stroke.

Rusman, pria kelahiran Tasikmalaya tahun 1963, dulunya dikenal sebagai penjual bakso keliling. Namun, penyakit stroke yang menyerangnya membuat tubuh bagian kanannya lumpuh, hingga kini ia hanya bisa berbaring di rumah.

“Beliau kesulitan bergerak, apalagi berjalan. Makanya saya bawakan kursi roda, semoga bisa membantu,” tutur Bunda Wiwik sambil menyeka air mata.

Kisah Rusman pertama kali didengar Bunda Wiwik saat menggelar di Lere. Sang istri, Ngatmi, menyampaikan kondisi suaminya yang membutuhkan kursi roda, sekaligus menceritakan kesulitan ekonomi keluarga mereka. Menindaklanjuti hal itu, Bunda Wiwik pun berupaya menghadirkan bantuan kursi roda dan menyerahkannya langsung.

“Begitu masuk ke rumah beliau, saya langsung terharu dan tidak bisa menahan air mata melihat kondisinya. Ditambah lagi cerita dari istrinya, mereka juga sedang kesulitan ekonomi karena Bapak Rusman sudah tidak bisa mencari nafkah,” ungkapnya.

Kini, beban keluarga dipikul oleh Ngatmi. Dengan tubuh renta, ia tetap berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan jamu gendong di Kota Palu. Namun, penghasilan yang diperoleh masih jauh dari cukup, terlebih untuk biaya pengobatan suaminya.

“Untuk makan saja susah, apalagi pengobatan. Jadi pengobatannya seadanya saja,” kata Bunda Wiwik lagi.

Rusman dan istrinya memiliki seorang tunggal. Namun karena kondisi ekonomi sang anak yang juga terbatas, mereka enggan menambah beban.

“Terus terang saya menangis terus waktu di rumah Bapak Rusman. Bahkan saat perjalanan pulang, saya masih terharu dan tidak berhenti menangis. Alhamdulillah, Allah kembali memperlihatkan kondisi seperti ini. Hikmah bagi kita semua: jangan pernah berhenti bersyukur, karena kondisi kita masih jauh lebih baik,” tandas Bunda Wiwik. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah