PARIMO,netiz.id — Sejak Senin, 6 Januari 2024, petugas sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar aksi mogok kerja. Aksi ini menyebabkan sejumlah armada pengangkut sampah, mulai dari kendaraan roda tiga hingga lima unit truk, tidak beroperasi seperti biasanya. Armada tersebut terlihat terparkir di depan Kantor DLH Parimo.
Pengawas Lapangan Pengangkutan Sampah DLH Parimo, Farlan, menjelaskan bahwa mogok kerja ini dipicu oleh pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). Dari 29 petugas sampah yang mengikuti ujian, hanya sembilan orang yang lulus sebagai pegawai penuh waktu, sementara sisanya lulus sebagai pegawai paruh waktu.
Farlan mengungkapkan, hasil pengumuman tersebut berdampak besar pada semangat dan kinerja para petugas. Para petugas yang lulus penuh waktu dan paruh waktu kini bekerja terpisah, dengan perbedaan jam kerja yang tidak disosialisasikan dengan baik sebelumnya. Ia berharap Pemda Parimo dapat memberikan perhatian lebih agar seluruh petugas sampah yang mengikuti ujian bisa lulus sebagai pegawai penuh waktu.
Menanggapi aksi mogok ini, Kepala DLH Parimo, Mariam Tagunu, menjelaskan bahwa dalam seleksi PPPK tahun 2024, formasi yang dibuka untuk petugas sampah tidak sesuai dengan jumlah petugas yang ada di dinas tersebut. Dari lebih 30 petugas, hanya sekitar 13 formasi yang dibuka. Mariam menyatakan bahwa meski telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Parimo, permohonan untuk mengganti petugas paruh waktu dengan pegawai penuh waktu tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan formasi yang ada.
Mariam berharap para petugas sampah yang mogok dapat bersabar dan kembali bekerja, karena jika aksi mogok ini terus berlanjut, pihaknya tidak dapat membayar gaji mereka. “Kami sudah berupaya, tetapi memang formasi petugas sampah hanya ada di OPD kami,” pungkas Mariam. (KB/NV)




