PALU,netiz.id — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu mengungkap temuan memprihatinkan sepanjang tahun 2025. Dari hasil tes urine yang dilakukan di sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan swasta, sebanyak 33 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika, dua di antaranya merupakan siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Kepala BNN Kota Palu, Qori Wicaksono, mengatakan tes urine tersebut dilaksanakan di 15 lembaga pemerintah dan perusahaan swasta, dengan total peserta mencapai 950 orang.
“Dari jumlah tersebut, 33 orang dinyatakan positif narkotika. Dua di antaranya adalah siswa SMP. Ini tentu sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Qori dalam konferensi pers rilis akhir tahun BNN Kota Palu, Senin (22/12/25).
Selain temuan hasil tes urine, BNN Kota Palu juga mencatat sebanyak 79 orang pengguna narkotika menjalani program rehabilitasi sepanjang Januari hingga Desember 2025. Berdasarkan data, kelompok usia remaja 15–19 tahun menjadi yang paling dominan, dengan jumlah 21 orang.
Disusul kelompok usia 20–24 tahun sebanyak 20 orang, usia 25–29 tahun sebanyak 16 orang, usia 30–34 tahun sebanyak 11 orang, usia 35–40 tahun delapan orang, usia 41–45 tahun satu orang, serta usia 46–50 tahun dua orang.
Dari sisi pekerjaan, pengguna narkotika yang direhabilitasi paling banyak berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa serta pegawai swasta, masing-masing sebanyak 18 orang.
Qori menegaskan, meningkatnya keterlibatan remaja dalam penyalahgunaan narkotika menjadi alarm bagi semua pihak, terutama keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Ia menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan dan edukasi sejak dini.
“Kami terus mendorong peran semua pihak untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda,” tegasnya. (KB/*)




