Menu

Mode Gelap

Daerah · 25 Okt 2025

Legislator Palu Serukan Kebangkitan Dokar Lewat Integrasi Pariwisata


					Anggota DPRD Kota Palu, Andris. FOTO: Yamin Perbesar

Anggota DPRD Kota Palu, Andris. FOTO: Yamin

PALU,netiz.id — Anggota DPRD Kota Palu, , menyerukan upaya kebangkitan kembali dokar sebagai bagian dari integrasi sektor pariwisata di Kota Palu. Dokar yang merupakan kendaraan tradisional masyarakat Kaili kini hampir tidak terlihat lagi di ruas jalan kota. Kondisi itu membuat Andris semakin gencar memperjuangkan pelestariannya melalui dukungan Pemerintah Kota Palu.

Menurut Politisi itu, dokar bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol identitas yang patut dijaga. Ia mengingatkan bahwa Palu memiliki sejarah panjang dalam tradisi berkuda dan penggunaan dokar pada masa lalu, khususnya di kawasan pemukiman tua seperti Kampung Tengah.

“Dokar ini bagian dari budaya kita. Sayang kalau hilang begitu saja tanpa kita lakukan apa-apa,” tegasnya saat reses di , Kecamatan Tatanga pada Jum’at (24/10/25).

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Andris mengusulkan pengadaan lima unit dokar dan enam ekor kuda untuk dioperasikan di beberapa lokasi wisata dan kawasan budaya di Daerah I (Palu Selatan–Tatanga). Usulan itu ia sampaikan langsung kepada Pemerintah Kota Palu dan kini telah mendapat persetujuan prinsip dengan kisaran anggaran sekitar Rp300 juta.

Andris menegaskan bahwa pengadaan itu tidak bersumber dari pokok pikiran (Pokir) dirinya sebagai anggota dewan, melainkan murni hasil komunikasi dan pendekatan khusus kepada pihak eksekutif. Nantinya dokar dan kuda akan menjadi milik .

“Kalau di Jogja ada andong yang menjadi daya tarik wisata, Palu juga bisa seperti itu. Tinggal bagaimana kita kelola dengan serius,” ucapnya.

Ia menyebut keberadaan dokar dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan wisata seperti car free day, pawai budaya, hingga Kota Palu. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali merasakan dan memahami nilai budaya di balik kendaraan tradisional tersebut.

Selain memiliki nilai historis, Andris menilai dokar lebih memberdayakan masyarakat karena relatif terjangkau dan bisa dikelola oleh banyak pihak, berbeda dengan kuda pacu yang membutuhkan biaya besar dan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu.

“Dokar punya nilai dan ekonomi untuk masyarakat. Ini yang harus kita hidupkan lagi,” tambahnya.

Andris berharap Pemerintah Kota Palu dan masyarakat dapat bersama-sama mendukung pelestarian dokar agar kembali memiliki ruang dan peran dalam kehidupan warga, khususnya di sektor pariwisata.

“Saya yakin kalau dikelola dengan baik, dokar masih punya masa depan di Kota Palu,” tutupnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Resmob Tadulako Amankan Pelaku Pencurian Brankas di Toko Bintang Palu

13 Januari 2026 - 19:04

Polresta Palu

Anwar Hafid Ungkap Bahaya Tambang Ilegal, Dorong Pengetatan Pengawasan KLH

13 Januari 2026 - 18:39

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid dan Menteri KLH Sepakat Perketat Pengawasan Pertambangan di Sulteng

13 Januari 2026 - 15:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Amankan Aset Negara, Kantor Pertanahan Donggala Serahkan Sertipikat BMN

13 Januari 2026 - 10:02

Kantah Donggala

DPRD Sulteng Ikut Pererat Kebersamaan Forkopimda di Jamuan Kodaeral VI

13 Januari 2026 - 06:24

DPRD SULTENG

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG
Trending di Daerah