BEKASI,netiz.id — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendapat apresiasi dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) atas peluncuran Sertipikat Tanah Elektronik sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan pertanahan. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, dalam acara Sosialisasi Program Strategis dengan tema “Tantangan dan Risiko Digitalisasi Pertanahan: Pembangunan Zona Integritas Berkelanjutan di Kementerian ATR/BPN”, yang berlangsung di Hotel Aston Imperial Bekasi pada Rabu kemarin (14/08/24)
Dalam sambutannya, Mardani Ali Sera menyatakan, “Kita memang menginginkan digitalisasi, tetapi kesiapan masyarakat juga harus diperhatikan. Saya mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang masih menyediakan sertipikat fisik dengan tambahan QR Code yang memiliki sistem keamanan baik.” Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian ATR/BPN melalui Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Indopos.
Mardani Ali Sera juga memuji pencapaian Kementerian ATR/BPN dalam pendaftaran tanah setiap tahunnya. “Pada 2017, target PTSL sebesar 5 juta bidang tanah tercapai. Pada 2018, target 7 juta bidang tanah terlampaui, dan pada 2019, target 9 juta bidang tanah juga terlampaui. Sertifikasi tanah rakyat merupakan langkah penting untuk kemajuan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, R.B. Agus Widjayanto, menegaskan bahwa digitalisasi layanan pertanahan adalah kunci dalam membangun Zona Integritas (ZI) untuk Reformasi Birokrasi. Digitalisasi juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja.
“Inovasi pelayanan publik merupakan salah satu aspek dalam pembangunan ZI. Di Kementerian ATR/BPN, aplikasi ‘Sentuh Tanahku’ dan berbagai layanan elektronik seperti Pengecekan Elektronik, Zona Nilai Tanah (ZNT), Hak Tanggungan Elektronik, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), dan Sertipikat Tanah Elektronik adalah contoh inovasi yang meningkatkan pelayanan,” jelasnya.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Pusat Data Informasi Pertanahan, Tata Ruang, dan LP2B, I Gusti Ketut Ary Sucaya, serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Amir Sofwan. Turut serta sejumlah awak media dari Jakarta dan Jawa Barat. (*)




