Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Jul 2025

Wamen ATR/BPN Serahkan 228 Sertipikat Elektronik kepada Warga Lombok Barat


					Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan (tengah), bersama Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, foto bersama para penerima sertipikat tanah elektronik usai penyerahan secara simbolis kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (27/07/25). FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan (tengah), bersama Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, foto bersama para penerima sertipikat tanah elektronik usai penyerahan secara simbolis kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (27/07/25). FOTO: istimewa

Barat,netiz.idWakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyerahkan sebanyak 228 Sertipikat Tanah Elektronik kepada masyarakat Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (27/07/25). Penyerahan ini merupakan bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.

Penyerahan sertipikat dilakukan secara langsung oleh Wamen Ossy bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Selain sertipikat dari , diserahkan pula lima sertipikat non-PTSL yang mencakup aset milik nelayan budidaya, fasilitas Kementerian Agama di Lombok Timur, aset Pemerintah Kota , dan rumah ibadah milik Dewan Gereja Katolik di Mataram.

Dalam sambutannya, Wamen Ossy menegaskan pentingnya keberadaan sertipikat tanah sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat atas tanah.

“Kegiatan ini memang sederhana, tetapi substansinya sangat penting. Ini menunjukkan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hadir untuk memastikan pelaksanaan pertanahan dilakukan secara baik dan benar,” ungkap Wamen Ossy.

Ia juga mengungkapkan, dari sekitar 443 ribu bidang tanah di Lombok Barat, 300 ribu bidang di antaranya telah bersertipikat. Meski angka ini cukup tinggi, Wamen menekankan pentingnya penyelesaian legalisasi seluruh bidang tanah agar seluruh masyarakat mendapatkan hukum.

Wamen Ossy juga menyampaikan pesan dari Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, bahwa sekitar 75–80 persen fungsi kementeriannya adalah . Oleh karena itu, transformasi pelayanan menjadi agenda prioritas melalui pendekatan utama, yaitu sistem dan penguatan (SDM).

“Kami ingin agar pelayanan pertanahan tidak lagi berbelit, tidak menyulitkan masyarakat, dan berjalan cepat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” jelasnya.

Sementara itu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen dan dukungannya dalam mendukung program Kementerian ATR/BPN.

“Negara tidak boleh kalah. Kita harus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat,” tegas AHY.

Menurutnya, sertipikasi tanah tidak hanya sebatas legalitas administratif, tetapi juga menjadi simbol keadilan sosial serta kepastian hukum yang dapat mencegah potensi konflik agraria.

“Kita ingin tata kelola pertanahan yang modern, transparan, dan minim konflik. Jika tidak ditangani dengan adil, konflik tanah dapat berdampak luas secara sosial dan politik,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Inspektur Wilayah III Kementerian ATR/BPN Lutfi Zakaria, jajaran pejabat BPN Provinsi NTB, serta Kabupaten Lombok Barat. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI
Trending di Nasional