Menu

Mode Gelap

Nasional · 2 Nov 2025

Transformasi Digital, Kunci ATR/BPN Tekan Konflik Pertanahan


					Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, memberikan keterangan kepada awak media usai menerima CNN Indonesia Award 2025 di Kuningan, Jakarta, Jumat (31/10/25). FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, memberikan keterangan kepada awak media usai menerima CNN Indonesia Award 2025 di Kuningan, Jakarta, Jumat (31/10/25). FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id — Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka dan konflik pertanahan di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus utama adalah percepatan transformasi digital di sektor layanan publik Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, usai menerima CNN Indonesia 2025 di Kuningan, Jakarta, pada Jumat (31/10/25).

Menurut Ossy, transformasi digital bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bagian dari upaya besar untuk menciptakan tata kelola pertanahan yang transparan dan akuntabel.

sedang melaksanakan transformasi dari sistem analog ke digital. Jika digitalisasi ini berhasil, maka akan dapat meminimalkan sengketa dan konflik pertanahan yang terjadi di Indonesia,” ujar Ossy.

Ia menjelaskan, digitalisasi layanan pertanahan akan mempercepat proses administrasi, menutup celah praktik tumpang tindih , serta memperkuat kejelasan data kepemilikan . Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan kepastian hukum yang lebih kuat atas tanah yang mereka miliki.

Lebih dari itu, Ossy menegaskan bahwa 70 hingga 80 persen tugas Kementerian ATR/BPN bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Karena itu, modernisasi sistem menjadi keharusan agar pelayanan dapat diberikan secara lebih cepat, akurat, dan transparan.

Selain digitalisasi, Kementerian ATR/BPN juga terus menjalankan program nasional yang memiliki dampak besar terhadap pemerataan kepemilikan lahan, yakni () dan Reforma Agraria.

“Program PTSL sangat berdampak bagi masyarakat, sementara Reforma Agraria berupaya menyeimbangkan kepemilikan lahan di negara kita,” jelasnya.

Wamen Ossy juga menekankan pentingnya masyarakat serta sinergi lintas lembaga agar seluruh program strategis Kementerian ATR/BPN dapat berjalan optimal.

“Kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan, kritik yang membangun, dan masukan terhadap kinerja kami, terutama di daerah. Hal ini penting agar kami dapat terus memperbaiki pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutupnya.

Transformasi digital yang sedang digerakkan Kementerian ATR/BPN diharapkan menjadi tonggak besar dalam sektor pertanahan Indonesia bukan hanya menciptakan pelayanan publik yang efisien, tetapi juga menghadirkan keadilan agraria yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI

Antrian Online Sentuh Tanahku Permudah Layanan Pertanahan di Karawang

31 Desember 2025 - 07:08

ATR BPN RI

27 Tahun Menanti, Warga Eks Pejuang Timtim Akhirnya Miliki Rumah di Kupang

30 Desember 2025 - 08:17

ATR BPN RI
Trending di Nasional