Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Okt 2025

Zet Pakan Serap Aspirasi Warga Lasoani, Bahas Jalan, Air Bersih, dan Lampu Jalan


					Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PDI Perjuangan, Zet Pakan, menyampaikan penjelasan kepada warga saat kegiatan reses atau penyerapan aspirasi masyarakat di Jalan Elang II, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kamis malam (23/10/25). FOTO: netiz.id (akib) Perbesar

Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PDI Perjuangan, Zet Pakan, menyampaikan penjelasan kepada warga saat kegiatan reses atau penyerapan aspirasi masyarakat di Jalan Elang II, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kamis malam (23/10/25). FOTO: netiz.id (akib)

PALU,netiz.id — Anggota DPRD Kota Palu dari , Zet Pakan, melaksanakan kegiatan reses tahun persidangan di Jalan Elang II, , Kecamatan Mantikulore, Kamis malam (23/10/2025).

Dalam kegiatan itu, Zet Pakan menyerap sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan jalan, air bersih, dan penerangan jalan umum (PJU).

“Tadi sudah disampaikan beberapa poin penting oleh warga. Persoalan utama di Saweri Gading Raya akan saya tindak lanjuti ke Dinas PU atau Dinas Perkim, karena kedua dinas ini yang berwenang menangani pekerjaan tersebut,” kata Zet di hadapan warga.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, jalan berukuran besar biasanya dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan lorong sekitar tiga meter menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Permukiman. “Kami akan tanyakan langsung kenapa Saweri Gading Raya belum juga dikerjakan, padahal sudah dijanjikan lama,” ujarnya.

Selain infrastruktur jalan, Zet juga menyoroti proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang hingga kini belum dimanfaatkan . “Airnya belum bisa dipastikan layak, karena proyek ini masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jadi saya sarankan jangan dulu digunakan sampai ada kepastian,” jelasnya.

Terkait masalah kebersihan kota, Zet menilai perlu memperhatikan kebersihan di lorong-lorong kecil, terutama jelang target perolehan Adipura Kencana tahun depan. “Kalau di jalan utama sudah bersih, tapi di lorong-lorong masih banyak keluhan masyarakat,” katanya.

Sementara soal , Zet menerima keluhan dari warga Jalan Beo yang belum memiliki tiang listrik. “Kalau tiangnya belum ada, otomatis lampunya juga belum bisa dipasang. Biaya pemasangan tiang ini besar, sekitar Rp14 miliar, tapi kalau bisa terealisasi sebagian saja sudah sangat baik,” ungkapnya.

Zet memastikan seluruh aspirasi warga Lasoani akan ditindaklanjuti ke dinas terkait. “Kami di DPRD akan terus mengawal agar kebutuhan masyarakat Lasoani mendapat perhatian serius dari pemerintah kota,” tandasnya. (KB)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

DPRD Sulteng Ikut Pererat Kebersamaan Forkopimda di Jamuan Kodaeral VI

13 Januari 2026 - 06:24

DPRD SULTENG

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala

Banjir dan Longsor Terjang Wani, Pemprov Sulteng Turunkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

12 Januari 2026 - 20:11

Banjir Donggala
Trending di Daerah