PALU,netiz.id — Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, memimpin pertemuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kota Palu pada Kamis (09/11/2023). Pertemuan ini bertujuan untuk menangani dampak El Nino terhadap inflasi dan kenaikan harga pangan di wilayah Kota Palu.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Palu dan sejumlah pemangku kepentingan membahas strategi pengendalian inflasi di tengah gejala El Nino. Ia menyampaikan keinginan Pemerintah Kota untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Palu di tengah kondisi cuaca yang mempengaruhi produktivitas pertanian.
“El Nino telah menyebabkan kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis, seperti beras, gula, ikan, tomat, dan cabai, karena berkurangnya pasokan ke wilayah Kota Palu,” ungkapnya.
Lanjut Wakil Wali Kota, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu menunjukkan bahwa inflasi di Kota Palu pada bulan Oktober 2023 mencapai 2,27 persen, dengan peningkatan harga terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Untuk mengatasi dampak El Nino, TPID dan para pemangku kepentingan terlibat dalam serangkaian langkah strategis. Di antaranya adalah pengawasan harga dan stok kebutuhan pokok, penyelenggaraan pasar murah subsidi di delapan kecamatan, serta upaya penyaluran bantuan pangan kepada keluarga kurang mampu,” ucapnya.
Wakil Wali Kota juga menyebut bahwa Pemerintah Kota telah melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga, termasuk BUMN dan Bulog, guna memastikan ketersediaan kebutuhan pangan di Kota Palu.
“Para pihak yakin bahwa berbagai langkah yang telah diambil akan membantu menjaga inflasi di Kota Palu tetap stabil hingga akhir tahun,” tutup Wakil Wali Kota Palu. (TIM)




