Menu

Mode Gelap

Daerah · 18 Okt 2025

Wagub Reny Turun Tangan, Hentikan Ancaman Penggusuran Warga LIK Tondo


					Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, bersama Ketua Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulteng, Eva Susanti Bande, berfoto bersama warga Lingkungan Industri Kecil (LIK) Tondo usai meninjau langsung lokasi yang terancam penggusuran oleh pihak pengembang, Jumat (17/10/25). FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, bersama Ketua Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulteng, Eva Susanti Bande, berfoto bersama warga Lingkungan Industri Kecil (LIK) Tondo usai meninjau langsung lokasi yang terancam penggusuran oleh pihak pengembang, Jumat (17/10/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Suasana haru menyelimuti kawasan Lingkungan Industri (LIK) , Jumat (17/10/25), saat Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, langsung ke lokasi menanggapi keluhan ratusan warga yang terancam digusur oleh pengembang PT Intim Abadi Persada. Didampingi Ketua Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) , Eva Susanti Bande, kedatangan Wagub disambut dengan air mata bahagia dan tepuk tangan panjang warga.

Tanpa basa-basi, Reny menegaskan sikap tegas Pemerintah Provinsi yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada penggusuran di sini,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiarkan tindakan sewenang-wenang terhadap warga yang telah lama tinggal di kompleks Mess Pondok Karya LIK Trans Tondo. Ia meminta warga segera melapor kepada Satgas PKA bila ada upaya intimidasi lanjutan dari pihak pengembang.

Langkah cepat pun diambil. , Dr. Hafid, telah mengeluarkan dua surat penting: instruksi penghentian sementara proses penggusuran, serta undangan mediasi antara warga dan pihak pengembang pada 24 Oktober mendatang.

Ketua RT 02/RW 12, Dwi Sartika, tak kuasa menahan tangis haru. “Kami sudah dua tahun mencari keadilan, tapi baru kali ini kami benar-benar didengar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satgas PKA, Eva Susanti Bande, menegaskan Satgas akan menjadi benteng terakhir bagi warga yang terancam kehilangan tempat tinggal.

“Keputusan Gubernur sudah jelas. Tidak boleh ada lagi air mata penggusuran di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Kehadiran Wagub Reny dan Satgas PKA menjadi simbol nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Di mata warga, langkah itu bukan sekadar , tapi bentuk nyata negara hadir membela rakyatnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Amankan Aset Negara, Kantor Pertanahan Donggala Serahkan Sertipikat BMN

13 Januari 2026 - 10:02

Kantah Donggala

DPRD Sulteng Ikut Pererat Kebersamaan Forkopimda di Jamuan Kodaeral VI

13 Januari 2026 - 06:24

DPRD SULTENG

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala
Trending di Daerah