PALU,netiz.id — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Hj. Reny Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, memberikan apresiasi atas gagasan Sekolah Keluarga yang digagas Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah. Program yang akan segera diluncurkan tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah meningkatnya persoalan sosial berbasis rumah tangga.
Apresiasi itu disampaikan Wagub saat menerima silaturahmi Ketua Bipeka DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, di kediamannya pada Senin (17/11/25). Dalam pertemuan tersebut, Bunda Wiwik memaparkan bahwa Sekolah Keluarga menjadi salah satu program unggulan PKS pada periode ini dan akan segera dicanangkan untuk masyarakat.
Menurut Bunda Wiwik, banyak persoalan sosial yang akarnya berasal dari keluarga, mulai dari kenakalan remaja, kecanduan gadget, game online, judi online, hingga praktik prostitusi yang kian marak melalui media digital. Kondisi itu, katanya, menegaskan perlunya program pembinaan keluarga yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kenakalan remaja itu akarnya adalah keluarga. Karena itu, ketahanan keluarga harus dibangun agar kita dapat melahirkan generasi muda yang berkualitas,” ujarnya.
PKS juga menawarkan agar salah satu lokasi atau spot Sekolah Keluarga dapat dilaksanakan di kediaman Wakil Gubernur sebagai bentuk simbolis dan dukungan moral. Di samping itu, Bunda Wiwik berharap program tersebut dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah, terlebih sudah ada Perda Ketahanan Keluarga yang dinilai belum optimal pelaksanaannya.
Menanggapi hal itu, Wagub Reny menyatakan dukungan penuh baik atas nama pribadi maupun pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa penguatan keluarga adalah kebutuhan mendesak dan menjadi fondasi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan remaja di Sulawesi Tengah.
“Insya Allah kita kolaborasikan dengan instansi terkait. Kami juga berharap dukungan Ibu Wiwik di legislatif untuk mendorong dinas-dinas agar lebih aktif menjalankan program ketahanan keluarga,” ujar Wagub.
Dokter Nona sapaan akrab Wagub juga menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan ruang komunikasi lanjutan untuk membahas teknis pelaksanaan program. Ia sepakat bahwa Perda Ketahanan Keluarga harus dimaksimalkan implementasinya agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Insya Allah, semua yang baik akan kami dukung. Kita komunikasikan teknisnya dan mari kita sinergikan untuk memperkuat ketahanan keluarga di Sulawesi Tengah,” tandasnya.
Program Sekolah Keluarga diharapkan menjadi salah satu gerakan nyata yang melibatkan pemerintah dan masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh, sehat, dan berdaya di tengah arus perubahan sosial yang semakin kompleks. (KB/*)




