PALU,netiz.id – Dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)yang digelar diruang siding utama pada senin kemarin (27/05/24), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungkapkan beberapa perhatian penting terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sulteng Tahun 2025-2045.
Perhatian utama mereka adalah soal pemerataan pembangunan. Melalui juru bicaranya, Fatimah Hi Amin Lasawedi, Fraksi PKS mencatat perbedaan signifikan dalam alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sekolah kejuruan di Kota Palu dan Kabupaten Banggai. Meskipun ada sekolah di Banggai yang memerlukan bantuan, mereka tidak mendapat dukungan yang sama seperti sekolah di Palu.
Selain itu, Fraksi PKS menyoroti tingkat serapan anggaran yang rendah oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, yang bertanggung jawab atas peningkatan sumber daya manusia. Mereka juga menekankan pentingnya upaya untuk melindungi lingkungan hidup dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana, terutama terkait dengan aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan.
Fraksi PKS juga menyoroti perlunya perencanaan investasi yang komprehensif dalam Raperda RPJPD, serta kebutuhan akan tindakan nyata dalam transformasi digital. Mereka juga menegaskan pentingnya tanggapan proaktif terhadap rencana perpindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan, dengan harapan bahwa langkah tersebut akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Meskipun menyampaikan keprihatinan ini, Fraksi PKS pada akhirnya menyatakan dukungan mereka terhadap raperda tersebut untuk dibahas lebih lanjut pada tahap selanjutnya. (KB)




