PALU,netiz.id – Pj Bupati Donggala, Moh Rifani, mengambil langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan para pemuka agama di Kabupaten Donggala. Dalam sebuah inisiatif yang bertujuan memberikan perlindungan sosial kepada imam masjid dan pendeta di seluruh kabupaten, Pj Bupati Rifani mengalokasikan anggaran perubahan untuk mendaftarkan mereka ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Saat dikonfirmasi oleh media ini setelah membuka kegiatan Bimtek di Citra Mulia Hotel pada Kamis malam (10/10/24), Rifani menjelaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para pemuka agama yang berperan penting dalam masyarakat. Dengan terdaftarnya imam masjid dan pendeta dalam BPJS Ketenagakerjaan, mereka akan mendapatkan perlindungan atas risiko kerja dan akses kepada layanan kesehatan yang lebih baik.
“Bentuk dukungan ini adalah wujud penghargaan terhadap peran imam dan pendeta dalam membangun masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Moh Rifani.
Pendaftaran ini, kata dia, diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para pemuka agama, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendorong semangat kerja sama antar pemuka agama untuk lebih aktif dalam menyebarkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
Ia melanjutkan bahwa keputusan ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam meningkatkan perlindungan sosial bagi semua lapisan masyarakat. Dengan dukungan yang diberikan, para pemuka agama diharapkan dapat lebih fokus pada tugas mereka dalam membimbing dan memberikan layanan kepada masyarakat tanpa khawatir terhadap risiko yang mungkin dihadapi.
Ia juga berharap Bupati selanjutnya akan melanjutkan program ini, sebab Pemkab Donggala menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan sosial, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat akibat pandemi dan kondisi ekonomi saat ini. Diharapkan, inisiatif ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perhatian lebih terhadap pemuka agama. (KB)




