PALU,netiz.id — Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Salah satu program unggulan yang kini diterapkan adalah SABIT (Satu Lahir Lima Terbit), yakni sistem terintegrasi yang memungkinkan bayi yang lahir di fasilitas kesehatan langsung memperoleh lima dokumen penting secara sekaligus.
Melalui program ini, bayi yang dilahirkan di rumah sakit atau puskesmas akan langsung menerima akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), BPJS Kesehatan, surat keterangan lahir, dan surat jaminan perawatan, tanpa perlu melalui proses pengurusan yang rumit dan memakan waktu.
“Program SABIT memudahkan masyarakat karena seluruh dokumen langsung diterima saat pulang dari fasilitas kesehatan,” ujar Bupati Morowali Utara, dr. Delis J. Hehi, dalam keterangannya pada Minggu malam (22/06/25).
Selain di bidang administrasi kependudukan, Pemkab Morowali Utara juga memperkuat komitmennya dalam sektor pendidikan. Pemerintah daerah membebaskan seluruh biaya pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMP, termasuk iuran komite sekolah yang kini digantikan oleh BOSDA (Biaya Operasional Sekolah Daerah). BOSDA tidak hanya dialokasikan untuk sekolah negeri, tetapi juga untuk sekolah swasta.
Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga mengalokasikan beasiswa pendidikan bagi sekitar 3.000 mahasiswa asal Morowali Utara setiap tahunnya, sebagai upaya mendorong lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Sementara bagi lulusan SMA yang memilih langsung terjun ke dunia kerja, Pemkab menyediakan pelatihan keterampilan gratis, seperti operator alat berat, pengelasan (welder), hingga pelatihan kelistrikan (elektrikal),” tambahnya.
Pemkab Morowali Utara juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui skema modal usaha berbasis desa, dengan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta per desa, yang dibagi ke dalam tiga sektor:
* Rp100 juta untuk pemuda (Karang Taruna),
* Rp100 juta untuk perempuan pelaku usaha, dan
* Rp100 juta untuk petani dan nelayan.
Menurut Bupati Delis, hasil dari program ini mulai terlihat. Banyak pemuda desa kini sudah memiliki usaha mandiri, seperti penyewaan sound system, keyboard, dan berbagai layanan lainnya yang dikelola oleh Karang Taruna setempat.
Melalui beragam program strategis ini, Pemkab Morowali Utara menegaskan visinya untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (KB)




