Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Jun 2024

Pemkot Palu Edukasi Masyarakat tentang Pentingnya Pangan B2SA


					Suasana saat Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi Pola Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Rabu (19/06/24). Photo: Humas Pemkot Palu. Perbesar

Suasana saat Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi Pola Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Rabu (19/06/24). Photo: Humas Pemkot Palu.

PALU,netiz.idWakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, secara membuka kegiatan sosialisasi Pola Konsumsi B2SA (, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Rabu (19/06/24). Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan dirangkaikan dengan sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Palu tentang Penerapan Diversifikasi Pangan Lokal dalam Mendukung Upaya Menekan Laju Daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Reny mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Kota Palu yang masuk sebagai nominasi daerah berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi daerah. Ia menyampaikan bahwa meskipun belum masuk dalam tiga besar, terus berupaya untuk meningkatkan pengendalian inflasi.

“Alhamdulillah inflasi kita di Kota Palu turun. Sehingga kemarin kita Kota Palu mendapatkan penghargaan sebagai nominasi terbaik dalam pengendalian inflasi,” ungkap Wakil Wali Kota Reny.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Reny menjelaskan bahwa inflasi di Kota Palu masih berfluktuasi dan bahkan pernah mengalami deflasi. Menurutnya, hal ini perlu dijaga agar tidak berdampak negatif bagi daya beli dan .

“Tidak bagus juga itu deflasi, berarti nanti enak di konsumen, susah di pedagang atau . Daya beli kurang, jadi harga turun. Jadinya, tidak ada lagi untungnya bagi pedagang,” kata Wakil Wali Kota Reny.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wakil Wali Kota Reny menginstruksikan agar konsumsi pangan di lingkungan OPD dialihkan dari bahan dasar terigu dan beras ke bahan pangan lokal seperti singkong, sagu, dan lainnya.

“Jadi saya berharap bagian umum, usahakan isi dosnya itu adalah snack yang non-beras dan non-terigu. Jangan lagi kue keju, kue kepang, sudah mahal dan kita tidak mengikuti kebijakan keanekaragaman konsumsi atau diversifikasi,” harap Wakil Wali Kota Reny.

Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA dan diversifikasi pangan lokal. Selain itu, diharapkan pula dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Palu. Demikan . (TIM)

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Menteri Nusron Wahid: 2026 Tak Boleh Ada Lagi Berkas Pertanahan Menumpuk

15 Januari 2026 - 06:30

nusron Wahid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Wamen ATR/BPN Tekankan Kekompakan Internal untuk Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

15 Januari 2026 - 06:19

Wamen Ossy Dermawan

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI
Trending di Nasional