PALU,netiz.id – Wali Kota Palu, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, secara resmi membuka Pelatihan Pemberdayaan Perempuan untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palu.
Dalam sambutannya, Irmayanti menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan, terutama di bidang ekonomi, sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
“Kita semua sadar bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas perempuan dalam bidang usaha sangat perlu kita dukung dan dorong,” ujarnya pada Selasa (13/08/24).
Menurutnya, pelatihan pembuatan keripik pisang dan sambal lamale yang diselenggarakan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berguna untuk dikembangkan menjadi usaha produktif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Irmayanti berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi dan berkreasi. “Dalam jangka panjang, kita berharap agar program pemberdayaan perempuan ini dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang sukses, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan ekonomi Kota Palu,” tuturnya.
Di sisi lain, Sekretaris DWP Kota Palu, Rina, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari. Menurutnya, kegiatan ini penting bagi anggota DWP agar memiliki keterampilan khusus dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
“Saya sangat berharap anggota DWP memiliki keterampilan khusus, sehingga mereka bisa meningkatkan perekonomian keluarga masing-masing. Dengan demikian, mereka mampu meningkatkan ketahanan ekonomi di keluarganya,” ungkap Rina.
Ia juga menambahkan bahwa pisang banyak ditemui di Kota Palu, yang menjadi alasan DWP mengadakan pelatihan pembuatan keripik pisang. “Di Kota Palu, pisang cukup banyak ditemui. Kami memilih untuk memanfaatkan buah yang familiar ini sebagai bahan pembuatan produk keripik pisang,” ujarnya.
“Dengan dikemas dalam berbagai macam rasa, produk ini akan menarik minat anggota yang berminat membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, untuk sambal lamale, saya kira ini cukup mudah karena lamale sangat banyak ditemui di sini, sehingga kita memanfaatkan kearifan lokal,” tambahnya. (Dg).




