PARIGIMOUTONG,netiz.id — Anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) baru-baru ini melakukan kunjungan kerja daerah pemilihan (kundapil) ke Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Sabtu (5/8/23)
Dalam kunjungannya, Nur Rahmatu, yang juga menjabat sebagai wakil ketua komisi II DPRD Sulteng, menyampaikan temuan mengenai kondisi sosial dan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong.
Nur Rahmatu mengatakan bahwa salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut adalah tingginya jumlah penduduk miskin di Parigi Moutong.
“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022, tercatat sebanyak 74,60 ribu jiwa penduduk hidup dalam kondisi kemiskinan di wilayah tersebut,” Ucapnya
Selain itu, Nur Rahmatu juga mengungkapkan kekhawatiran terkait nilai tukar petani (NTP) yang rendah. Menurut laporan yang diperoleh, saat ini NTP hanya berada di angka 80%. Hal ini menandakan bahwa para petani di daerah tersebut menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, meskipun telah bekerja keras di ladang.
“Dalam kondisi seperti ini, para petani kita harus menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri,” ungkap Nur Rahmatu.
Dalam menyikapi temuan-temuan tersebut, Ketua DPC Demokrat Parimo ini menegaskan pentingnya peran seorang pemimpin untuk memberikan solusi dari persoalan yang terjadi di daerahnya.
“Sebagai kepala daerah, mereka memiliki tanggung jawab penuh dalam menghadirkan program dan kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat, terutama yang berada dalam kondisi rentan,” Jelasnya
Kunjungan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekdes Kayuboko, kepala desa Marta, beberapa tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (TIM)




